^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Testimoni

 

Laurentius Valdy (Alumni SMA Santa Ursula 2015 BSD City)

Halo, saya ingin menceritakan sedikit tentang pengalaman perjalanan saya menuju Jerman. Memang awal mulanya saya hanya ingin sekolah di luar negeri, awalnya bahkan saya ingin belajar di Singapura. Namun saya sadar bahwa biaya dan pendidikan yang dibutuhkan NUS/NTU sangatlah tinggi. Sehingga saya berubah pikiran. Kemudian saya sempat putus asa dan memilih untuk mengambil SBMPTN saja. Dengan waktu berjalan, saya menemukan pencerahan di Education Fair yang diadakan di sekolah saya. Di situlah jenjang saya belajar Jerman dimulai. Awalnya saya memulai di lembaga pendidikan lain untuk belajar jerman. Saya belajar jerman di lembaga lain dari A1-B2.1, namun walaupun begitu saya masih kesusahan untuk mengikuti ajaran di lembaga lain saat memasuki B2. Oleh karena itu saya berpikir ulang untuk pindah tempat les. Akhirnya saya memilih GEMA sebagai tempat saya belajar Jerman. Awalnya saya sudah sempat mendengar GEMA, namun saya masih ragu karena sempat dikatakan bahwa sertifikat GEMA dapat digunakan untuk mendaftar Universitas di Jerman dan ternyata memang hal itu terbukti benar, dapat digunakan. Setelah itu, selama saya belajar di Jerman di GEMA, saya merasakan metode belajar yang beda, yaitu tentang tujuan pembelajaran, bagaimana cara mengajar, dan cara menanggapi murid-murid. Tujuan pembelajaran saya dulu hanyalah belajar bahasa, namun di GEMA mempunyai tujuan beda yaitu belajar untuk persiapan Studienkolleg, yang saya rasa hal itu jauh lebih bermanfaat disbanding belajar bahasa saja. Kemudian cara mengajar dari Ko Guntur dan Ci Erlina terasa lebih seru dan masuk di otak, mereka mengajar tidak satu arah melainkan dua arah. Jadi saya pun yang masih kurang mantap dalam B1 pun, dapat memperkuat dasar di GEMA. Cara menanggapi murid-muridnya pun beda, karena mereka sangat peduli dengan kesusahan yang dialami murid dan mereka tahu apa yang diperlukan murid-murid, mereka mengajarkan murid-murid sampai mereka mengerti. Setelah pembelajaran sudah sampai bulan September disinilah lebih terlihat lagi kesungguhan Ko Guntur dan Ci Erlina dalam membantu murid-murid berangkat ke Jerman. Mereka sangat membantu murid-murid, mendaftar Studienkolleg secara online, menginformasi Universitas, memberikan panduan jika sudah diterima di Universitas. Memang di sinilah bagian tersulit murid-murid untuk berangkat di Jerman, namun dengan bantuan Ko Guntur dan Ci Erlina semua tidak ada yang mustahil, hehe. Semua usaha pun terbayar dengan baik, saya dapat diterima di beberapa Studienkolleg, dan saya akhirnya mengambil Karlsruhe Institute of Technologie(KIT) dengan segala usaha saya dan bekal yang diberikan Ko Guntur dan Ci Erlina tentunya. Terima kasih atas segala bekal yang diberikan GEMA!

 

Damianus Kevin ( Alumni SMA Kolese Kanisius Jakarta Thn 2015)

Nama gua Kevin. Awalnya gua gaada muncul pikiran sama sekali buat kuliah di Deutschland. Yang gua tau tentang kuliah diluar negri tuh pasti mahal. Gua udah hampir mau masuk Universitas di Bandung tapi gatau kenapa ortu gua ajak ke Tangerang buat ketemu sama Frau Erlina dan Herr Guntur. Dan entah kenapa setelah mereka jelasin tentang betapa bisa sebenarnya kita kuliah di Deutschland, gua langsung tertarik. Akhirnya gua les di GEMA Sprachenzentrum selama 6 bulan, tiap Senen sampe Jumat. Keliatannyasih mungkin capek, tapi gua yang ngejalanin merasa semua yang dilakuin di les tuh gak membebani gua karena bukan ini sekedar hubungan guru dan murid, melainkan les disini kayak rumah buat gua pribadi karena ada rasa kekeluargaan. Komunikasi antar Herr Guntur dan Frau Erlina itu enak banget, kami bisa ngobrol masalah pelajaran bahkan masalah pribadi juga bisa dicurhatin. Pokoknya les di GEMA itu sangat menyenangkan, semua materi dijelasin dengan sangat jelas dan akan dijelaskan sampai semua mengerti. Gua yakin kalian yang masih bingung mau les bahasa Jerman dimana, GEMA adalah tempat yang cocok buat kalian. Pertanyaan yang pertama kali muncul di pikiran gua sebelum les cuma 1 : Apa gua bisa persiapan bahasa dari 0 cuma 6 bulan? Dan jawabannya biar kalian yang rasain nanti ternyata pertanyaan itu bukanlah pertanyaan yang harus dipikirkan tapi pertanyaan yang harus dipikirkan adalah : Uni apa yang mau kalian pilih? Gua cuma bisa bilang terimakasih ke Frau Erlina dan Herr Guntur, ihr seid am besten, damit wir deutsch als unsere Fremdsprache beherrschen.

 

 

Quinn Nissiel (Alumni SMA Santa Ursula BSD City Thn 2016)

" Dulu saya sempat ragu untuk ke Jerman karna terkenal susah. Untungnya ketemu Gema Sprachenzentrum, ngebantu banget membuka pemahaman saya tentang bahasa Jerman. Selain itu saya jd mandiri karna semua pengurusan diurus sendiri dengan bantuan Ko Guntur dan Ci Erlina. Yang paling terasa adalah saat Studienkolleg, kebantu banget karna hampir semua bahan udah diajarin koko dan cici. Vielen Dank, Gema!!!" 

 

Handy Wijaya (Alumni SMA Lia Stephanie Jakarta Thn 2016)

" Nama saya Handy Wijaya , umur saya 18 tahun. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di kota Darmstadt. Lewat les di Gema Sprachenzentum belajar bahasa jerman menjadi lebih pasti dan mudah karena materi yang diajarkan sesuai dengan persiapan kita untuk kuliah di Jerman dan gak hanya siap, kita juga menjadi lebih percaya diri dalam mendengar , menulis maupun berbicara dalam bahasa jerman. Lewat les ini kita sudah memiliki modal untuk belajar di Jerman."

 

Marcello Glenn Tansil (Alumni SMA Katolik Rajawali Makassar Thn 2016)

Kesan selama di GEMA

Kursus di GEMA sangat menolong saya untuk belajar di Studienkolleg. Pelajaran yang diberikan sama persis seperti di Studienkolleg. Kalau mau dibandingkan dengan G*****, GEMA lebih bagus. G***** hanya mengajarkan bagaimana cara ngomong yang benar tetapi tidak ditekankan pada grammatik. Selain itu ko Gun dan Ci Erlina memberikan saya motivasi untuk semangat belajar. Ya walaupun harus lulus GOETHE 3 kali dengan nilai pas –pas-an tetapi Aufnahme cukup sekali aja.

O iya, jaringan GEMA di Jerman sangat kuat. Saya tidak perlu takut untuk mencari tempat tinggal, angkatan GEMA sebelumnya bakal siap membantu. Ko Gun und Ci Er, ich bedanke mich für den 6 monatlichen Kurs. Ich vermisse euch. Ich werde euch eine Postkarte von Greifswald  schicken. Liebe Grüße.         

 

Dr. Vivi Septiani (Alumni Fak.Kedokteran UKRIDA Jakarta)

 

Sankt Augustin, 27. Dezember 2015

“Semuanya berubah ketika saya mulai mengenal GEMASPRACHENZENTRUM dan hanya butuh 5-6 bulan bagi saya untuk mempelajari bahasa Jerman.”

Hanya butuh 5-6 bulan belajar intensif mempelajari bahasa Jerman di Gemasprachenzentrum dengan hasil yang luar biasa. Dari Gema lah saya bisa mengerti tentang bahasa Jerman dengan mudah dan praktis dari tingkat dasar sampai DAF.

Mungkin asing bagi kita mendengar kata “GEMA” .  Sekarang GEMA sudah menggema sampai di Jerman. Bagi mereka yang mendengar alumni GEMA dari BSD, hampir selalu diacungin jempol, karna kualitas lulusannya.

Dan mungkin banyak orang yang tidak percaya juga bahwa sebuah tempat belajar bahasa Jerman yang masih baru, mana mungkin mempunyai kualitas yang baik.  Ya tapi itulah kenyataan sebaliknya. Sebuah nama yang sudah lama terkenal belum tentu mempunyai kualitas yang baik.  Ini pengalaman saya, dimana sebelumnya saya sudah pernah belajar bahasa Jerman di tempat yang sudah terkenal, namun hasilnya emmmm... tidak ada kemajuan.  Dan semuanya berubah ketika saya belajar di GEMASPRACHENZENTRUM.

Semua suka duka pasti selalu ada. Terkadang jenuh setiap hari senin-jumat selalu dengan gramatik dan gramatik yang diajarkan.  Hanya sekali-sekali Ko Gun dan Ci Er bercerita tentang kehidupan di Jerman.  Sekarang setelah saya di Jerman, akhirnya kejenuhan itu membuahkan hasil dari tentang semua yang telah diajarkan oleh Ko Gun dan Ci Er.  Mungkin untuk tahap awal kita akan mengalami kesulitan dalam hal berbicara dan mendengar karena bagaimana pun juga lingkungan kita masih tetap di Indonesia. Tetapi ketika kita sudah di Jerman, seiring berjalannya waktu dan dengan modal gramatik yang benar, yang sudah diajarkan oleh Ko Gun dan Ci Er, meskipun kita harus ngomong dengan perlahan, nga perlu kita merasa khawatir.  Karna saat berbicara dengan orang Jerman, mereka sangat bangga dengan kita yang berbicara dengan gramatik yang baik meskipun perlahan saat berbicara.

Yang nga kalah penting untuk GEMA, vielen vielen Dank atas semua bantuan yang sudah diberikan mulai dari saat kursus, pengurusan dokumen, saat keberangkatan, dalam hal asuransi, tempat tinggal, contact person di Jerman, sampai setelah tiba di Jerman, entah apapun itu, GEMA selalu siap membantu… salut… dan luar biasa atas support dari GEMA… ^-^…

Liebe Grüße

Vivi

 

Michael Reno ( Alumni Sinarmas World Academy Thn 2016)

Mungkin banyak murid Indonesia di Jerman yang masih jarang dengar nama GEMA, tapi saat mereka tau kalau lebih dari 19 anak GEMA lulus di ANP pertama, semua langsung kaget dan ingin tahu lebih banyak lagi. Mungkin 19 orang terdengar sedikit, tapi untuk batch saya, itu berarti ada hampir dari setengah kelas yang langsung dapat tempat di Jerman pada tes pertama. Sampai saat ini saya belum pernah dengar ada batch yang bisa baru belajar kurang lebih 5 bulan dan langsung setengah yang lulus. Selama di Jerman pun, hal-hal yang diajarkan di GEMA selalu berguna. Ini karena kami tidak hanya belajar bahasa, tapi juga bagaimana cara orang hidup di Jerman. Kami diajarkan dan dibantu dalam berbagai hal tentang Jerman di GEMA. Tentu karena hal ini saya tidak ragu-ragu merekomendasikan GEMA ke murid-murid yang ingin melanjutkan sekolahnya ke Jerman.
Vielen Dank Herr Guntur & Frau Erlina :)

 

Vincent Pandiman (Alumni SMAK 3 Penabur Thn 2016)

Nama saya Vincent lulusan SMAK 3 Penabur, sekarang lagi belajar di studkol Frankfurt. Saya sangat senang memiliki kesempatan untuk belajar bahasa Jerman di GEMA Sprachenzentrum, karena sebelumnya tidak tau harus les dimana dan bingung cari tempat les yang bagus dimana. Punya kesempatan les disini bisa dibilang kebetulan, karena tidak ada rekomendasi dari siapapun dan kebetulan iseng cari di google "kursus bahasa jerman". Saya sangat merekomendasi untuk belajar bahasa jerman disini, karena gurunya(Ko Guntur sebagai der beste Lehrer & Ci Erlina sebagai die beste Lehrerin) sangat jelas dalam mengajari dan tidak mau ada muridnya yang tidak mengerti, sampe ada kelas tambahan buat yang belom mengerti materi pelajaran. Dan kita pun susah seperti sebuah keluarga, jadi saling support kalo lg stress belajar bahasa jerman. Di sini kita jg belajar sampe bahan-bahan studkol, jadi ga kesulitan lg pas di studkol. Suasana belajar di GEMA juga efektif dan fun. Yang ga kalah penting, di GEMA juga dibantu buat daftar studkol dan segala hal buat kepentingan ke jerman. Kalo mau ke jerman, gausah ragu sedikitpun untuk les di sini! Kalo ragu-ragu bisa ga kebagian tempat karna banyak yang mau les disini! Hehe. Viel Erfolg und auf Wiedersehen in Deutschland! Gruß, Vincent

 


 

Jason Ariel (Alumni Kolese Kanisius Jakarta Thn 2016)

Namasaya Jason Ariel. Saya lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta dan telah les di Goethe Institut mulai dari level awal (A.1.1) hingga level minimal yang dibutuhkan pelajar untuk studi di Jerman (B.1.3) kira-kira selama 1 tahun. Namun jujur saja, karena metode pengajaran di Goethe Institut yang kurang cocok untuk saya,  saya pun berpikir untuk menggeser keinginan saya untuk studi di Jerman ketika S2 saja, agar dapat mempersiapkan bahasa Jerman lebih baik.

Lewat informasi-informasi dari teman, akhirnya saya mengenal Gema Sprachenzentrum. Sebuah kursus yang pada impresi pertama, gurunya terlihat kurang meyakinkan karena gayanya yang sangat santai. Tapi setelah mendengar testimoni kakak kelas saya yang telah kursus di sini, saya dan orangtua membuat keputusan bahwa saya akan mengikuti kursus bahasa di Gema Sprachenzentrum demi mengejar pendidikan S1 di Jerman.

1-2 bulan awal rasanya masih santai karena pelajaran yang diajarkan pernah saya pelajari. Dan dari situ saya sadar bahwa pengajaran yang diberikan oleh guru yang terlihat sangat santai tadi ternyata diajarkan hanya dalam waktu yang sangat singkat. Saya pun sadar bahwa penilaian saya dan orang tua dari awal sangatlah salah. Selama 6 bulan di sini, saya merasakan bahwa konsep mendidik yang dimiliki oleh guru kami sangatlah baik. Kami para murid diharuskan untuk belajar dengan intens. Karena pengajaran yang intens tadi, kami tentu sering jenuh. Namun guru kami pun tidak lupa untuk menceritakan berbagai pengalaman hidup di Jerman yang sangat berarti bagi kami.

Saya membicarakan dari tadi soal „guru“. Di Gema Sprachenzentrum hanya terdapat 2 orang guru. Sepasang suami-istri, bernama Guntur dan Erlina yang sudah saya anggap menjadi keluarga saya sendiri meskipun baru saja mengenal mereka selama 6 bulan. Kesederhanaan, keterbukaan, kerendahanhati dan metode pengajaran mereka, di mana kami dianggap seolah-olah anak mereka sendiri, membuat saya merasa sangat beruntung menemukan sebuah kursus kecil ini.

Tentu pendidikan yang mereka berikan tidak 100 persen sempurna. Karena hubungan antar guru dan murid yang sifatnya sangat kekeluargaan, kamipun tidak ragu untuk mengkoreksi satu sama lain. „Koh“ Guntur dan „Ci“ Erlina pun seringkali secara terbuka dan pedas mengingatkan kami untuk terus rajin jika ingin sukses di Jerman. Memang pendidikan yang didapatkan di kursus ini tidak menjamin perjalanan kita belajar di Jerman akan mulus. Semua balik pada diri kita masing-masing, apakah kita mau terus rajin meningkatkan performa dan terus berdoa pada Tuhan.

Akhir kata, kursus di Gema Sprachenzentrum memberikan saya banyak ilmu baru, pengalaman berharga, dan sebuah hubungan dengan guru tercinta yang tidak ada putusnya. Terimakasih Koh Guntur dan Ci Erlina yang telah memberikan saya permulaan baik dalam studi saya di Jerman.

Salam hangat,

Jason Ariel (Murid Gema SS2017 &Studienkolleg Frankfurt SS2017)

 

Randy Effendy (Alumni Christophorus  Thn 2016)

Belajar bahasa Jerman di GEMA tuh gokil. Ga bakal berasa nge les. Belajar di GEMA itu kayak belajar bareng temen-temen lu sendiri. Mulai dari temen-temen satu les, guru nya yg asik (ko Guntur & ci Erlina), bahkan cara pengajaran nya yang simpel. Ga bakalan sakit kepala deh. Tiap hari ada aja yang bkin ketawa di GEMA. Kita juga nyantai aja buat menghadapi ujian" Goethe ataupun ANP. Bahkan buat terbang ke Jerman pun udah siap. Seru abis dah di GEMA wkwwk.

 

Jonathan Vincent (Alumni Stella Maris 2015 Gading Serpong

Ich bin Vincent. Sekarang saya sedang studkol di Konstanz,Deutschland. es ist eine kleine Stadt,aber sehr schön. Ini semua karena saya diajarkan di GEMA Sprachenzentrum oleh hübschstem Mann und schönster Frau. Saya mulai dari 0, sama sekali tidak tahu Deutsch sekalipun dan merasa paling dumm di kelas.Banyak rintangan yang saya lewati,dari masalah Zulassung dari Studkol yang saya dapatkan sedikit, sampai masalah ngurusin Visum yang begitu ribet dan Berkat Tuhan saya bisa melewatinya semua dan karena bantuan koko dan cici GEMA yang sangat perhatian dengan murid-muridnya.Saya tidak pernah menyesal les di GEMA Sprachenzentrum:D..hahaha..Rintangan dan Fun selalu bercampur disitu, dan yang paling utama jangan lupa selalu bersandar pada Tuhan dan mengandalkan-Nya. Bagi kalian yang sedang baca testimoni ini,berarti kali beruntung sekali bisa masuk GEMA. Toi Toi Toi!!! Amsal 23:18 - "Karena masa depan sungguh ada,dan harapanmu tidak akan hilang."

 

Gilbertus Reinhardt

Saya Gilbert, berasal dari Malang. Gema adalah pilihan yang sangat tepat jika kamu ingin melanjutkan studi di Jerman. Saya sangat merasa beruntung bisa kursus bahasa di Gema Sprachenzentrum, karena tidak hanya menjalani rutinitas les setiap harinya, namun juga mendapat bimbingan untuk hidup dan survive di Jerman. Awalnya saya pikir Gema adalah tempat les biasa, namun setelah menjalani les lebih dari seminggu bersama Ko Guntur dan Ci Erlina, saya sadar jika ini adalah tempat les yang luar biasa, benar-benar tempat les yang bagus dan materi yang diajarkan pun sangat berbeda dan lebih dalam dibanding tempat les lain yang sebelumnya saya pernah coba. Ko Guntur dan Ci Erlina juga sangat perhatian apabila kita mengalami kesulitan apapun, mereka selalu datang dan menjelaskan ulang dengan baik. Dengan ruangan kelas yang dingin di BSD yang panas, sangat nyaman untuk belajar bahasa Jerman. Ditambah dengan banyaknya restoran di sekitar Gema yang bisa membangkitkan semangat untuk menimba ilmu. Di Gema juga sangat terasa rasa kekeluargaan dengan Ko Guntir, Ci Erlina, dan teman-teman dari berbagai kota karena kita berjuang bersama mulai dari nol sampai akhirnya bisa berangkat bersama. Saya sangat merindukan masa-masa les setiap hari karena selalu ada cerita baru setiap harinya selama lebih dari 6 bulan. Jadi, saya sangat menyarankan untuk les di Gema, terlalu banyak keuntungan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ich bedanke mich sehr bei Ko Guntur und Ci Erlina für eure Geduld und eure Hilfe.

 

Adrian Raka Abhirama (Alumni SMA Kanisius Jakarta 2015)

Halo nama gua Abhi. Gua udah pengen ke Jerman sejak kelas 10 SMA. Sebelom ke GEMA, waktu itu dari kelas 10 sampai 11 gua les Jerman di dekat sekolah gua setiap hari sabtu. Jujur waktu itu gua udah bahkan sampai level B1 cuman gua gak ngerti apa-apa secara mendalam. Akibatnya gua kubur impian gua dalam-dalam karena gak pede dengan kemampuan bahasa Jerman gua. Abis itu gua fokus ke universitas dalam negeri. Tapi sekitar bulan April ditengah persiapan masuk universitas di Indonesia, gua di kasih tahu GEMA sama orang tua gua. Merasa belum menyerah ke Jerman, gua nyoba datang ke GEMA buat percobaan satu kali. Gua langsung merasa nyaman dan pede kalo GEMA bisa membantu gua. Waktu belajar 2 tahun di tempat les yang lama langsung diselesain dalam 6 bulan di GEMA. Selain super intensif yang membuat kita selalu belajar Deutsch, hal-hal yang dipelajari itu yang penting untuk Aufnahmeprufung dan kuliah di Jerman. Hasil belajar 6 bulan buat gua lolos Aufnahmeprufung di kota kecil yang pesertanya sampai 750. Percaya aja sama GEMA deh pokoknya. Viel Erfolg buat GEMA.

 

Dionisius Jeferson (Alumni SMA Pahoa 2015 Gading Serpong

Halo Jungs !! Nama saya Dion dari Tangerang. Saya ingin share pengalaman saya selama di belajar di Gema Sprachenzentrum. Awalnya saya tertarik ingin bersekolah di Jerman selain karena biaya sekolah yang murah tapi juga bisa belajar utk lebih mandiri di kehidupan yang berbeda. Saya juga mempunyai beberapa saudara yg bersekolah di Jerman maka itu saya mulai tertarik. Awalnya saya bingung mencari" tempat les bahasa, adapun yaitu Goethe Institut yg letaknya di Jakarta dan jauh dari rumah saya. Tapi setelah itu ada salah satu teman yang merekomendasikan tempat les bahasa di sekitar BSD. Saya pun kursus bahasa disitu selama kurang lebih 3 bulan, tetapi saya merasa bahwa saya kurang nyaman dengan kondisi les disitu. Selain karena pengajaran yg kurang bagus, tetapi juga sistem di dalamnya kurang mendukung dan setelah mengetahuinya orang tua saya pun juga tidak suka. Setelah itu ada teman saya yg lain merekomendasikan tempat les bahasa di BSD juga yaitu GEMA Sprachenzentrum. Saya pun datang dan berbicara dengan Guru sekaligus pemiliknya yaitu Ko Guntur. Beliau meyakinkan saya dan memberi tahu bahwa GEMA akan memberikan pelajaran bahasa Jerman hingga tingkat C1, dan targetnya bukan hanya lulus Goethe Zertifikat B1, tetapi juga tembus / lulus studienkolleg. Di luar itu juga GEMA akan membantu anak" murid untuk mengurus segala dokumen, visa, bank dll secara gratis. Saya pun memutuskan untuk kursus bahasa di GEMA. Setelah beberapa bulan saya les, saya merasa bahwa GEMA adalah tempat yg terbaik untuk les bahasa bagi anak" yg ingin kuliah ke Jerman. Selain karena tingkat kekeluargaan yg tinggi, tetapi juga karena kualitas pengajaran yg bagus serta guru" yg siap membantu dan bisa berkonsultasi masalah studi ke Jerman secara cuma". Singkat cerita, sekarang saya sudah studi di Jerman dengan mengurus segala dokumen sendiri, tanpa membayar agen atau semacamnya. Saya pun sudah di terima di studienkolleg dan saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih selain kepada Tuhan Yesus, tetapi juga kepada GEMA Sprachenzentrum karena telah membantu, mensupport, serta mendidik saya sampai bisa studi dan di terima di studienkolleg. Jadi bagi anda yg ingin studi di Jerman dan sedang mencari les bahasa yg cocok, saya sangat merekomendasikan GEMA Sprachenzentrum. Sekali lagi, ich bedanke mich bei euch Ko guntur und Ci Erlina für eure Unterstützung.

 

Siti Haidar Immaculata(Alumni SMAN II Jakarta 2015)

Hallo nama saya Imma. Saya lulus dari SMAN 2 jakarta tahun 2015. Sejak kelas 2 SMA saya telah memutuskan ingin melanjutkan sekolah di jerman dan mencari tau apa saja syarat untuk mendaftar Studienkolleg di Jerman. Salah satunya adalah syarat Bahasa yang mengharuskan minimal sudah mempunyai sertifikat B1. Kemudian bersamaan dengan sekolah, saya mengikuti kursus bahasa jerman di salah satu institut ternama di jakarta agar bisa memenuhi syarat bahasa itu. Namun di institusi tersebut saya kurang bisa mengerti materi Grammatik dari bahasa jerman itu sendiri, karena sistem pengajaran nya lebih di tekankan akan Kultur dan juga bahasa di kehidupan sehari hari di jerman. Sedangkan untuk bahasa yang akan digunakan di sekolah menuntut kemampuan kita secara grammatik. Saya akhirnya melanjutkan kursus di tempat tersebut hanya sampai Maret 2015 karena sudah mau ujian nasional. Tepat setelah UN saya semakin bimbang apakah mungkin untuk bersekolah ke jerman dan saya sendiri masih sangat buta akan segala prosedur untuk mendaftar studienkolleg. Teman teman saya kebanyakan juga sudah di terima di ptn atau yang sudah mendaftar pts membuat saya semakin khawatir. Saya kemudian mencoba menghubungi kakak kelas saya yang sudah berada di Jerman. Dia memberikan saya kontak ko guntur dan saya di beri kesempatan oleh ko Guntur langsung datang mencoba kelas secara gratis. Gema Sprachenzentrum terletak di Serpong dan perjalanan saya dengan kendaraan umum terasa sangat jauh dari jakarta Barat . Sampai saya berpikir bahwa itu pertama dan terakhir kali saya ke Gema Sprachenzentrum. Namun pada saat saya mencoba mengikuti kelas pertama kali. Saya langsung merasa menemukan tempat yang benar benar cocok untuk persiapan kemampuan bahasa saya. Kelasnya berskala kecil sehingga mudah untuk konsentrasi dan juga peserta kursusnya semua adalah mereka yang mau memulai atau melanjutkan studi di Jerman. Gema Sprachenzentrum yang membantu saya benar benar dalam semua perbekalan untuk sekolah di jerman. Bukan hanya dalam pengembangan bahasa tapi juga dalam segala prosedur yang harus dilakukan untuk mendaftar. Ci erlina dengan telaten selalu memeriksa semua urusan dokumen dokumen dalam mendaftar studienkolleg, membuat Deutsche Bank, mengurus visum. Ko guntur dan ci erlina benar benar serius dalam membantu kita. Bahkan sampai kami semua telah berangkat dan sudah diterima di Studienkolleg ko guntur dan ci erlina masih terus siap sedia untuk dihubungi. Terimakasih Ko guntur dan Ci erlina yang membuat saya merasakan Spaß beim Lernen der deutschen Sprache dan membantu saya mewujudkan mimpi sekolah di Jerman. Gema Sprachenzentrum adalah tempat yang saya rekomendasikan secara penuh untuk perbekalan diri kita untuk sekolah di Jerman. Gruß aus Halle (Saale), Deutschland

 

Sheren Patricia Felix(Alumni SMA Darma Yudha,Pekanbaru 2015)

Sheren Patricia Felix – Alumni SMA Darma Yudha, Pekanbaru Hallo! Sejak kecil saya sudah bermimpi untuk sekolah ke Jerman. Maka dari itu, saya memulai untuk mewujudkan mimpi saya dengan mengikuti kursus bahasa jerman selama masa SMA. Tapi, saya merasa kemampuan bahasa saya tidak begitu berkembang dan cuma tau hal-hal yang dasar. Akhirnya, setelah tamat SMA saya memutuskan untuk mencari kursus bahasa lain dengan harapan kemampuan bahasa saya bisa lebih baik. Sampai akhirnya saya tau tempat kursus yg bernama GEMA Sprachenzentrum, yg direkomendasikan oleh sepupu dari papa saya. Begitu ketemu dan ngobrol untuk pertama kalinya dengan ko Guntur, saya langsung excited dan rasanya ingin langsung masuk les hari itu juga. Hahaha agak lebay, tapi ini beneran. Kemudian mulai lah kursus hari pertama kami waktu itu tanggal 18 Mei 2015. Di hari pertama itu saya bertemu dengan teman-teman baru yg mempunyai cita-cita dan goal yg sama, yaitu ingin menjadi orang yg sukses dari lulusan Jerman. Dengan perasaan senasib sepenanggungan itulah, hubungan kami semakin akrab, dan bisa dibilang sudah seperti keluarga. Belajar, dan having fun bersama, sungguh merupakan pengalaman yg tak terlupakan bagi saya. Pernah suatu waktu saya sedang berbincang dengan ci Erlina, bahwa kakak laki-laki saya juga sedang melanjutkan studi di Jerman, tetapi dia gagal untuk lolos masuk ke studkol, sehingga harus membuat dia menunggu 6 bulan berikutnya dan harus mendalami bahasa di Sprachkurs di Jerman. Ci Erlina langsung berkata, “Hal itu tidak akan terjadi sama Sheren. Belajar saja yg rajin selama 6 bulan ini”. Kalimat tersebut membuat saya semakin percaya diri dan yakin, bahwa saya akan diterima. Sekarang, Puji Tuhan saya bersyukur karena bisa diterima di Studienkolleg di Gießen. Terima kasih ko Guntur dan ci Erlina atas ilmu dan bimbingannya selama ini, saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari Gema Sprachenzentrum. Menjadi bagian dari Gema juga bukan hanya sekedar mengambil ilmu dan putus hubungan dengan guru dan teman-teman begitu sudah berangkat ke Jerman, melainkan kami tetap mempunyai koneksi satu sama lain. Kami yang sudah survive di Jerman akan dengan senang hati membantu dan menyambut adik-adik yang akan tiba di Jerman pada semester berikutnya. So, are you ready to fight together in Germany?

 


 

 

 

Anastasya Mutiara Dewi (Alumni SMAN 70 2015 Jakarta)

Halloo, nama saya Anastasya Mutiara Dewi. Saya lulusan dari SMAN 70 Jakarta tahun 2015. Sejak lulus SMP, saya ingin sekali sekolah di Jerman, tapi saya masih belum tau kapan dan di mana untuk memulai bahasa Jerman. Sebelumnya, saya berpikir akan mengambil kursus di Goethe Institut, bahkan saya mengunjungi beberapa agen. Tapi tidak ada satu pun yang berkenan di hati, hingga akhirnya setelah lulus SMA diberitahu oleh ayah seorang teman mengenai sebuah tempat bernama "GEMA Sprachenzentrum". Pada awalnya saya ragu, tapi setelah mengunjungi tempat, bertemu, dan berbicara dengan Herr Guntur dan Frau Erlina, saya menjadi yakin bahwa inilah tempat yang terbaik untuk mulai belajar bahasa Jerman. Dari saya yang awalnya memiliki 0% pengetahuan bahasa Jerman, benar-benar dijelaskan semuanya oleh Herr Guntur dan Frau Erlina sampai mengerti. Pokoknya metode mengajar mereka sangat menyenangkan dan semuanya mendetail! Semua informasi mengenai studi di Jerman juga diberikan dengan lengkap, mulai dari daftar sekolah, apply visa, hingga cara hidup di Jerman. Selain itu suasana di kelas juga sangat nyaman. Di GEMA terasa sekali adanya hubungan kekeluargaan, semuanya saling mendukung dan membantu, untuk saya GEMA sudah seperti rumah yang kedua. Herr Guntur und Frau Erlina, nirgendwo kann es bessere Lehrer als ihr existieren. Bei euch bedanke ich mich für alles. Auf Wiedersehen!!!

 

Angie Visatri (Alumni SMA Tarakanita 2014 Jakarta)

halo teman teman! nama saya anggie, dulu saya sempet mengikuti kursus dibeberapa tempat les bahasa Jerman lainnya, sebelum saya ke Jerman. cuma tempat les bahasa jerman yang paling berkesan cuma di GEMA, kenapa? karena ditempat tempat les lain ga akan ada yang kasih info info tentang kuliah di Jerman dengan cuma cuma. Selain guru dan temennya yang asik, suasananya juga mendukung banget buat belajar. Materi pembelajarannya sangat amat berguna buat persiapan dan waktu di Studienkolleg. Kalau ditempat lain menurut saya belajarnya ga akan sedetil dan sedalam di GEMA. Ko Guntur dan Ci Erlina juga akan siap banget ngebantu murid muridnya, kalo misalnya mereka ada kesusahan atau kurang ngerti dalam satu materi, sehingga murid muridnya akan ngerti banget. Maka dari itu menurut saya untuk anak anak yang masih bingung untuk cari tempat persiapan les bahasa Jerman cukup ke GEMA aja :)

 

Edward Setiawan (Alumni SMA St.Theresia 2015 Surabaya)

Halo nama saya Edward Setiawan. Saya ingin cerita sedikit tentang perjalanan saya dari lulus SMA hingga awal kuliah di jerman. Pada mulanya saya tidak ada rencana kuliah di jerman. Tetapi menjelang Ujian Nasional SMA, saya memutuskan untuk kuliah di jerman. Saya masuk ke salah satu tempat kursus bahasa jerman yang menurut banyak orang adalah tempat kursus paling resmi untuk kuliah di jerman. Tetapi baru 2-3 bulan berjalan, saya memutuskan untuk pindah kursus ke GEMA Sprachenzentrum yang terletak di BSD ini. Saya direkomendasikan oleh salah satu teman saya. Pada mulanya saya ragu dan tidak yakin untuk les di GEMA Sprachenzentrum. Namun setelah saya konsultasi dengan Ko Guntur sebagai pemilik sekaligus pengajar di GEMA, dan saya mempertimbangkan matang - matang, saya memutuskan untuk mencoba kursus di GEMA Sprachenzentrum. Materi yang saya dapatkan di tempat kursus sebelumnya selama 2-3 bulan, ternyata selesai dibahas di GEMA dalam waktu 1-2 minggu saja. Setelah 3-4 bulan kursus di GEMA, saya merasa tidak salah memilih tempat kursus. Saya merasa materi yang diberikan Ko Guntur dan Ci Erlina sangatlah berguna, jauh lebih lengkap serta jauh lebih tinggi dibandingkan di tempat kursus saya sebelumnya. Disini saya tidak hanya belajar bahasa, namun contoh soal matematika serta contoh soal Aufnahmeprüfung untuk masuk Studienkolleg. Banyak hal baru yang saya temukan. Tidak hanya materi jerman dan matematika, namun saya menemukan keluarga baru disini. Lingkungannya sangat nyaman, kondusif, dan cocok sekali untuk belajar intensiv. Setelah 6 bulan belajar, saya telah mencapai materi setara C1, yang dimana biasanya hanya bisa diacapai selama 1,5-2 tahun jika di tempat kursus lain. Ko Guntur dan Ci Erlina pun memberi bekal bagi saya dan teman - teman tentang bagaimana tinggal di jerman, bagaimana kita mengurus dokumen segala sesuatunya dengan mandiri, hingga pengurusan visa. Semuanya dibantu oleh GEMA, namun kita sendiri yang menjalankan. Sehingga kita mampu untuk melakukan segalanya dengan mandiri, tanpa bayar mahal melalui agen - agen yang banyak beredar. Hingga saya mendarat di jerman pun, banyak anak GEMA dari angkatan sebelumnya yang dengan rela membantu saya menyediakan tempat tinggal sementara hingga saya menemukan tempat tinggal sendiri. Saya cukup banyak berterima kasih kepada GEMA, khususnya Ko Guntur dan Ci Erlina yang selama 6 bulan membimbing saya dan teman - teman angkatan ke - 4 ini untuk bisa berangkat ke jerman pada awal 2016. Terima Kasih GEMA Sprachenzentrum. Ich bedanke mich für alles!

 

Georgius Pradipta Yogiputra (Alumni SMA Kolese Kanisius 2015 Jakarta)

Halo namaku Dipta. Aku mau cerita agak panjang yaa. Aku udah tertarik buat kuliah di Jerman dari aku SMP. Tapi makin tahun ketertarikanku buat kesana makin berkurang. Awal2 SMA udah ada niat buat les bahasa di deket sekolah tapi akhir2nya cuman wacana. Akhir2 tahun SMA aku tiba2 pengen sekolah di Jerman lagi tapi bingung karna les intensif di tempat les yg dkt sekolah itu bertabrakan dgn hari UN. Tau2nya ada temenku Anus yang tiba2 mau sekolah di Jerman jg (padahal udh ketrima di UNPAR Teknik Kimia) dan ksh tau aku ttg les di GEMA Sprachenzentrum. Aku sih awal2 tertarik aja lah krn kebetulan startnya tgl 18 Mai (ga tabrakan sama UN dan ada jeda dari UN dgn les intensif jd bisa sans dulu hehehe). Yaudah aku dateng aja dan lgsg ketemu Bang Guntur. Dia lgsg ngomong macem2 gitu dan buat aku jadi setengah yakin buat sekolah di Jerman. Karena msh ga yakin aku 2 minggu abis kedatangan pertama dateng lagi kesana buat ngeyakinin diri sendiri karena pas itu kebetulan aku udah dapet Univ di Indonesia dan kalo aku ke Jerman aku ngelepas Univ itu dan aku belom dapet apa2 di Jerman. Bingung banget sih pasti tapi yang aku pikir ya : "aku akan lebih nyesel kalau aku gak ambil kesempatan yang mungkin cuman datang 1x seumur hidup ini dan ngeliat temen2ku yang pergi ke Jerman jauh lebih sukses diatas aku, yang cuman kuliah di Univ di Indo yang katanya Univ yang udah top banget itu". Yaudah aku ambil keputusan iya dan aku tau konsekuensinya adalah aku harus belajar dan aku harus dapet sekolah di Jerman dan tentunya harus lulus. Kalo menurutku sendiri les di GEMA agak gila sih. Buat kalian yang domisilinya gak di Tangerang, saranku mending cari kos2an daerah Tangerang. Aku pun tinggal di Jakarta Selatan yang sebenernya tinggal naik tol aja bisa sih cepet sampe. Dan aku udah nyoba seminggu bolak balik dan capek sih jadi gabisa review dan belajar2 lagi di rumah. Tapi menurutku emang GEMA itu les yg bener2 ditunjukkan buat orang2 yg mampu belajar cepet dan kuat belajar. Tugasnya banyak. Tanggung jawabnya banyak. Ada aja vocab yang harus dipelajarin dan dihafalin setiap hari. Dan menurutku cukup banyak sih vocabnya. Oh iya, jangan minder buat kalian yang belum pernah ikut les Jerman sama sekali. Karena aku juga sebenernya ngerasain itu dan cukup stress diawal2 apalagi karena aku udah dapet kuliah juga kan di Indo jadi males. Tapi nanti setelah 1 bulan aku yakin kemampuan kalian sama2 aja kyk mereka2 yg udah pernah les Jerman di tempat2 lain. Untuk masalah pengurusan Uni jangan khawatir, semuanya dibantu bener2 dari daftar Uni yg di UniAssist sampe Uni yg daftarnya direkt. Okeee sukses buat GEMA.

 

Christiant Joshua Sethio (Alumni SMAK 1 Penabur 2015 Jakarta)

Sebelum saya masuk GEMA, saya sudah belajar bahasa Jerman di tempat kursus bahasa Jerman juga di Jakarta sekali dalam seminggu dan saya pada waktu itu saya juga les dengan Native speaker 3kali seminggu. Lalu tiba" saya mencoba di GEMA, dan saat itu juga saya melepaskan kedua les saya, dan hanya les di GEMA, kemudian saya melanjutkan les saya setelah saya lulus SMA, hingga saya berangkat ke Jerman. Di tempat les ini, saya tidak belajar Bahasa Jerman, tapi kita memahami Bahasa Jerman itu sendiri. Saya memahami esensi dari Bahasa Jerman itu sendiri, bahkan setelah saya belajar di sini, saya menjadi semakin menyukai bahasa Jerman, karena saya menjadi paham, bukan sekedar tahu. Hal inilah yang membuat saya sadar, bahwa pemahaman akan esensi dari bahasa itu sendiri, adalah awal dari segalanya, karena yang nantinya akan membuat kita suka akan bahasa itu, dan akhirnya kita semakin cepat memahami dalam membaca, menulis dan mendengar kesuksesan tidak terbentuk dalam sehari. Seperti banyaknya keberhasilan anak" GEMA Sprachenzentrum juga dipengaruhi oleh sistem belajarnya yang keras layaknya ketika di sekolah. Sehingga tidak cukup hanya memerhatikan di tempat les, tapi harus belajar di rumah juga. Hal ini lah yang membuat banyak anak" GEMA yang berhasil di Jerman ini, karena disini Mental kita dibentuk untuk selalu rajin agar cita" yang ingin kita kejar bisa tercapai. Sebagai penutup saya ingin berkata bahwa Bahasa Jerman bukanlah bahasa yang sulit, kalau kita belajar di tempat yang benar.

 

Kelvin (Alumni SMA Pahoa 2015 Gading Serpong)

Nama saya Kelvin dan saya baru lulus SMA di tahun 2015 lalu. Saat itu saya ingin mencoba melanjutkan studi ke Jerman, jadi saya mencoba mencari cari di internet dan mendapatkan info dark teman bahwa ada tempat studi bahasa jerman di daerah BSD. Tempat les ini mempersiapkan kami dengan sangat baik. Mulai dari kurs nya yg SuperIntensiv kami dibekali ilmu dari level A1 sampai dengan level C1. Kami dibimbing dalam mendaftarkan diri ke Universitas di Jerman, mengajari kami cara mengurus Visa, sampai menginformasikan tentang budaya budaya orang Jerman. Sampai akhirnya kami semua dapat berangkat ke Jerman dan bersekolah disini. Tempat les ini sangat disarankan dan sangat cocok untuk orang-orang yang mau melanjutkan studi ke Jerman. Ich bedanke mich für ihre Hilfe, Ko Guntur und Ci Erlina. Makasih buat semua pengalaman, sharing, pengajaran, dan tuntunannyaa ya ci er dan ko gun, serta kayla. Ich liebe euch!!

 

Sabrina Caecilia (Alumni of SJI International, Singapore)

As an aspiring medical student, I have always dreamed of studying medicine in Germany. I first found GEMAsprachenzentrum online, and after reading all the positive testimonies, I decided to contact Ko Guntur and registered for the intensive course. Ko Guntur and Ci Erlina are without a doubt very experienced teachers. No wonder GEMA students could attain B2-C1 level in 6 months. Learning Deutsch in GEMA was systematic, easy to understand, and surprisingly fun. We did numerous practices, presentations, and homework everyday, which to be honest made me want to hit my head against the wall (kidding haha, but it was quite tough though). Thus, I often 'demanded' for short breaks to just chat, giggle, and cool our brains down. However, I believe that the strenuous practice is the reason why GEMA students are very strong especially in grammar, which is essential for the Entrance Exam (Aufnahmetest). What I love most about GEMA is that the group of students in the class is relatively small. It is extremely effective for studying and made us really close to each other like a family. Ko Guntur and Ci Er also assisted us in the Deutsche Bank, Uni-Assist, and VISA applications (for FREE!). I found it tremendously helpful since a lot of students have used service from agents and paid unreasonable amount of money. Now I have received a place in Goethe-Universität Frankfurt for DSH-Vorbereitungkurs. I am forever thankful to Ko Guntur and Ci Erlina, who have shared their experiences and tips to us to strive in Germany, who always have faith in their students thus gave us confidence, showed us their immense passion in teaching, and supported us in ways I could not imagine. Without them I would not be able to achieve this. If you are looking for the best German language course like I did 8 months ago, I highly recommend GEMAsprachenzentrum. I am looking forward to having more people to join the ‘GEMA familia’ (as we call it) and to hearing your success stories! Till then 

 

Ryan (Alumni SMAK Penabur 1 Jakarta)

buat lu semua yang mau belajar Deutsch, gue mau share pengalaman gue. Gue Ryan, 2 tahun belajar Deutsch..setengah tahun pertama, gue belajar Deutsch di G***** Institut. Di G***** sejujurnya gue ga paham apa yang diajarin, menurut gue cara ngajarnya ga efisien dan ga sistematis, jujur minat gue belajar Deutsch ga muncul. Gue daftar Studienkolleg Indonesia dengan nilai Deutsch pas-pasan..dan gue bener bener ga bisa ngikutin pelajaran Deutsch di Studienkolleg Indonesia..tapi di situ gue dikenalin sama temen tempat les Deutsch privat Gemasprachzentrum..awalnya gue ragu..karena selama ini yang gue (dan mungkin lu semua) tau bahwa tempat les Deutsch tuh di G*****, tapi gue coba liat, gue ketemu yang punya (ko Guntur dan ci Erlina) gue nanya gimana sistem belajarnya yang lebih menekankan Grammatik dan Wortschatz dan gue tertarik masuk. Gue belajar 6 bulan di Gemasprachzentrum tanpa penyesalan, dan gue berani bilang kalo di Gemasprachzentrum gue belajar Deutsch dengan enjoy dan jauh lebih efisien daripada sebelomnya. Selesai dari Gemasprachzentrum gue berangkat ke Jerman ambil Aufnahmetest (tes masuk Studienkolleg) dan di sana jauh jauh jauh lebih susah daripada Aufnahmetest di Studienkolleg indo karena yang daftar untuk di kota kecil aja 700 orang lebih dan yg ketrima di bawah 100. Kebanyakan orang butuh waktu 1semester atau lebih, bahkan ga jarang yang sampe 2 tahun cuma buat lolos Aufnahmetest, tapi gue berhasil dalam 1x coba dan gue yakin banget kalo gue masi di G*****, nasib gue sama kaya orang-orang lainnya. Bukannya gue menjelek-jelekkan G*****, tapi menurut gue G***** cuma buat daily speaking dan kurang menekankan Grammatik, padahal Grammatik (dan Wortschatz) sangat sangat membantu untuk Aufnahmetest. Dari sini juga gue belajar, se-ga minat apapun orang belajar sesuatu, asal ada pemicunya..bisa jadi minat..bahkan suka, dan bagi gue pribadi Gemasprachzentrum pemicu minat belajar Deutsch gue. Walaupun terlihat seperti mempromosikan, gue sebenernya cuma mau kasi tau lu biar ga ngulangin kesalahan yang dulu gue buat. Biar jelas ini bukan promosi tapi rekomendasi. Kalo ga percaya coba aja dateng cicip 1x pertemuan belajar, gue sih dulu langsung berasa cocok.

 


 

Herry Hartono(Alumni BINUS University)

Nama saya Herry, Alumni Binus University jurusan Teknik Industri. Sebelumnya saya juga sudah pernah bekerja di salah satu perusahaan swasta di Indonesia. Saya ingin mempelajari banyak pengalaman dan ilmu baru mengenai industri yang terutama yang tidak dapat saya dapatkan di Indonesia. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk melanjutkan studi saya ke jenjang S2 dan kuliah di Jerman merupakan impian saya semenjak saya SMA. Jalan menuju jerman tidaklah mudah. saya tidak tahu harus bagaimana saya memulainya dan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan jika ingin kuliah di Jerman. Pada akhirnya saya menemukan GEMA SPRACHENZENTRUM. Disini saya diberikan seluruh informasi mengenai step by step persiapan menuju Jerman(Dokumen, Uni-assist, Visa, dll). Dan yang paling penting adalah Bahasa. Bahasa merupakan suatu hal yang harus dikuasai terlebih dahulu khususnya dalam hal Grammatik. Di GEMA kita dibimbing penuh untuk dapat menguasai Grammatik. Saya sendiri sudah merasakan manfaat besar dari belajar di GEMA dimana kita bisa bersaing dari peserta - peserta tes dari negara-negara lain untuk dapat di terima di Universitas. Dan sebagai contoh pengalaman saya kemarin dari sekitar 800 peserta test ujian masuk(Aufnahmetest) di Martin Luther Universität, Halle, hanya diambil 80 peserta saja dan saya termasuk didalamnya yang berhasil lulus. Oleh karena itu saya sangat menyarankan bagi yang sangat berminat untuk kuliah di jerman, ayo belajar di GEMA SPRACHENZENTRUM.

 

Airin Utami & Priscilla Sari (Alumni Fak. Kedokteran Ukrida & Untar Jakarta)

Kami sangat senang dapat belajar di Gema Sprachenzentrum. Disini kami belajar bahasa Jerman dengan sangat antusias dan kami memperoleh banyak informasi, tidak hanya sekedar pelajaran mengenai bahasa Jerman, namun mengenai wawasan pengetahuan umum, adat-istiadat, dan juga perkembangan yang terjadi di Eropa, khususnya di Jerman. Kami juga mendapatkan banyak pengalaman serta teman dan relasi yang bagaikan keluarga melalui Gema Sprachenzentrum. Kami juga diajarkan untuk belajar hidup lebih mandiri dan mengurus keperluan di Jerman secara lebih terstruktur. Vielen Dank bei Gema Sprachenzentrum für ihre Aufmerksamkeit. Wir freuen uns für diese Gelegenheit in Deutschland zu studieren und reisen.

 

Kya (Alumni SMA Tarakanita 1 Jakarta)

I never knew that helping someone's "path of Future" to be settled down would be a very generous and even permanent job for these two beloved teachers (and founders of GEMA Sprachenzentrum); Kak Guntur & Kak Erlina. Throughout GEMA, I realize, that expectations as well as opportunities come together as a pair, opening my half-blinded mind about studying abroad, especially in Germany. An outragiously well-built, developed country with its so-popular education system, guaranteed with "cost-free semesters" and rarely high quality internships make students from almost every part of the world want to grab their dreams here. I thought I wouldn't be able to take over and manage everything by myself, but I (honestly) didn't want to take part in any study agent. After I knew about the learning system in GEMA, I directly wanted to learn stuff that I didn't know before and in fact, I learned more than enough! I'm now really thankful for every single spot of mistakes and knowledge that I've obtained here, and to everyone that are seeking to study in Germany: you'll never find a place like GEMA!

 

Nataliana (Alumni FK Atma Jaya)

One word: SUPER!!! I am really grateful to know about GEMA Sprachenzentrum directly before I decided to start learning Germany again. Studying and working in Germany has always been my since-I-was-a-kid dream. In my case, I don't have much time to prepare my German language, so I need a place where the teachers have the same goals as me.. As I spoke with Ko Guntur (here we call him with "Ko" and not "Mr." hahaha), I directly knew that this place is for me! In GEMA, we get not only the knowledge of German language and 101 Tips to Get to Germany and Survive There (well they are not really 101 but it does sound cool hahaha), but here you can also get top-class-service for your Uni application, your exams preparation, etc, and all of it is free-of-charge! (note it down, folks..) I learn here in GEMA Sprachenzentrum for only 4 months. In 2,5 months, I managed to pass B2 Goethe-Zertifikat and now i just pass my entrance test to Martin-Luther Universität! At first I felt sad because I only got 1 Zulassung (that is an official letter from the University so you can participate in their entrance test), but I guess GEMA Sprachenzentrum made me a 1-bullet-shot Sniper haha.. Thank you so much ko Guntur and ce Erlina.. Ich freue mich sehr darüber, dass Gott mir die Gelegenheit gab, euch kennenzulernen! GEMA Sprachenzentrum is my first step to Germany. I have taken my first step, what about you? Liebe Grüße, Nataliana 24 y.o, Doctor, Halle (Saale)

 

Bagus Nanda (Alumni SMA Madania)

Halo, namaku Bagus Nanda tapi dipanggil Bien. Saat SMA kelas 3 akhir aku memutuskan untuk kuliah S1 di jerman, karena biaya yang diperlukan sangatlah minim dibanding negara lain. Awalnya aku ikut sebuah agen selama 3 bulan dengan kursus intensiv, tetapi aku merasa agen ini tidak berpengalaman dan uang yang orang tuaku keluarkan banyak sekali. Kemudian ada seorang teman yang memperkenalkan GEMA Sprachenzentrum ini, dan orang tuaku jadi tertarik untuk mengikuti program yang ada. Ternyata setelah beberapa lama mengikuti kursusnya, aku merasa bahwa aku telah menemukan tempat yang benar. Pengajarannya sangat profesional dan suasana di kelasnya juga kondusif karena tidak terlalu banyak murid. Herr Guntur dan Frau Erlina bisa membuatku mengerti setiap materi pelajaran sampai level C1. Jika ada yang tidak mengerti boleh tanya terus sampai mengerti. Aku merasa bahasa jermanku berkembang pesat dengan pengajaran di GEMA Sprachenzentrum. Dan di kelas tidak hanya serius terus tapi juga gurunya bisa melawak hehe. Disamping itu mereka juga membimbing kita untuk segala pengurusan ke jerman. Dari berkas-berkas yang harus dipersiapkan, melamar ke uni, antrag visa, dan apa yang harus kita lakukan setiba di jerman. Bagusnya dari itu adalah aku menjadi mandiri dan mengerti sendiri tahap-tahapnya dibanding jika orang lain yang melakukannya (a.k.a agen). Jadi untuk yang masih bingung mau ke jerman tapi ikut agen atau enggak, mending dateng dulu aja ke GEMA Sprachenzentrum dan tanya-tanya dulu aja, mumpung masih gratis belom bayar. Aku recommend banget GEMA Sprachenzentrum untuk langkah mula perjalanan kita studi di negeri Jerman. Liebe Grüße , Bien

 

Rahmaturavi (Alumni SMA Al Azhar 3)

Ich fühlte mich super und immer motiviert, als ich Deutsch im GEMA Sprachenzentrum lernte. Hallo nama saya Rahmaturavi Shah Putra. Saya belajar bahasa jerman di GEMA selama kurang lebih 3 bulan. Saya merasa sangat beruntung bisa kursus di GEMA, karena bukan hanya ilmu yang saya dapatkan tapi juga termotivasi untuk bisa hidup mandiri di Jerman dan bisa mendapatkan banyak teman yang akhirnya saya dibantu oleh mereka. Saya jadi inget dulu, waktu saya masih kursus di GEMA, kita dilatih untuk mengerjakan C-Test/ Lückentext hingga ke materi DSH/C1 yang akhirnya saya dengan mudah bisa menguasainya. Dan setelah saya di Jerman, saya juga masih dibantu oleh Bang Guntur dan Kak Erlina ( mereka adalah master Deutsch di GEMA, yeah). Gott sei Dank akhirnya saya langsung keterima di Studienkolleg in Halle yang salah satu penyebabnya adalah latihan Deutsch yang sangat efektif di GEMA sprachenzentrum. Pokoknya, saya saranin, ke Jerman itu tidak perlu Agen. Untuk apa pake Agen? Mending kursus di GEMA, kita juga di bantu masalah birokrasi, pembuatan UNI ASSIST dan juga Visa….GRATIS. Danke GEMA!

 

Edrina Budiharsono (Alumni SMA St. John)

Halo teman- teman! Saya Edrina, saya sudah mengikuti intensiv kurs di Gema Sprachenzentrum. Les di Gema merupakan kesempatan yang sangat menguntungkan dan tidak terlupakan bagi saya. Selain mendapat pengetahuan tentang kuliah S1 maupun S2 di German secara lengkap dan GRATIS, saya juga mendapatkan teman-teman yang seperti keluarga di Gema. Dari bagaimana cara mendaftar Uni-Assist, sampai mendapatkan tempat tinggal (Wohnung) di German, dan dalam waktu hanya 1 bulan saya sudah lulus tes sertifikat B2 Goethe. Gema Sprachenzentrum itu tempat dimana kita belajar bahsa German secara mendalam dan spesifik dan juga tempat bebagai info-info kuliah, kultur, tempat tinggal diberikan secara gratis dan bahkan lebih lengkap dari pada Agen. Jadi, jangan ragu dan bingung lagi untuk melanjutkan kuliah di German, karena tak sesulit yang di bayangkan dan Gema Sprachenzentrum siap membantu kalian dalam bahasa maupun kesulitan lainnya. See u in Germany

 

Levyn (Alumni SMA Rajawali 2014 dari Makassar)

For those with a passion for languages, those who wants to study abroad but doesn't want to spend too much money: You'll be warmly welcomed in GEMA Sprachenzentrum! Here you'll learn the language with a lot of extras! Enrolling in the super intensive course and the learning process is by far the second best step in the whole steps to studying in Germany (while the first is of course arriving in Germany and having everything work out itself) and trust me, there are a whole lot of other awesome steps. In GEMA Sprachenzentrum you'll learn the language with the best teachers, you'll even get some motivation sessions at times, you'll learn the german cultures, you'll learn how to enroll and other papers stuff. The best part is that the course doesn't end after the super intensive class ends!! You can always contact the teachers again to ask about other things you don't understand later on when you've arrived in Germany, and they'll gladly help as much as they can! When you're telling people you're going to study in Germany but you're not taking any agents, people will tell you it's hard and troublesome. But when you enroll yourself in GEMA Sprachenzentrum, say "auf Wiedersehen!" to the hardpart, and "wilkommen" to the joys of learning german!

 


 

 

Reginald Santoso(Alumni Fak. Matematika UGM)

Nama saya Reginald Santoso, saya lulusan matematika UGM dan berniat melanjutkan studi S2 dengan jurusan teknik di Jerman. Saya mulai mengikuti kelas di GEMA pada bulan Mei 2014. Awalnya saya berpikir jika kuliah di Jerman akan lebih mudah jika menggunakan jasa agen, tetapi GEMA mengajarkan saya jika mengurus keperluan kuliah di Jerman secara mandiri tidaklah sulit. Mulai dari pembukaan account bank, lamaran ke universitas, hingga persiapan pembuatan visa, semuanya dipandu oleh pengajar di GEMA. Walaupun pengajarnya berasal dari Sumatera, bukan berarti pengajar GEMA kaku dan galak. Justru sebaliknya, pengajar-pengajar di GEMA sangat luwes dan humoris. Mereka cepat akrab dengan murid-murid yang usianya jauh di bawah mereka. Sehingga terciptalah hubungan yang harmonis antara pengajar GEMA dan murid-murid GEMA. Hal ini memudahkan saya beserta murid-murid lainya untuk selalu bertanya hal yang kurang kami pahami, baik itu tentang pelajaran bahasa Jerman, maupun tentang pengalaman mereka saat di Jerman. Bahkan bisa dibilang jika saya menemukan keluarga baru di kelas GEMA. GEMA memiliki metode sendiri dalam mengajar bahasa Jerman, mereka tidak hanya menggunakan buku Studio D (yang biasanya digunakan untuk bahasa percakapan sehari-hari di Jerman) sebagai bahan pembelajaran, tapi juga buku grammatik (sampai taraf C1), buku Lesseverstehen dan buku Schriftsprache. Semua buku ini merupakan modal utama kita untuk mengikuti test bahasa di Jerman. Bahkan saya juga mendapatkan latihan soal-soal ujian masuk di beberapa universitas di Jerman. Inilah menurut saya kelebihan GEMA, di sini tidak hanya tempat untuk belajar bahasa Jerman saja, tapi di sini saya juga bisa fokus latihan untuk masuk ke universitas di Jerman. Bagi kalian yang telah membaca testimoni dari saya, ingatlah pesan yang pernah disampaikan Ko Guntur kepada saya, pesan tersebut membuat saya tetap semangat untuk mengejar cita-cita saya. Berikut pesan beliau kepada saya : “Kuliah di Jerman itu sangat mendidik kita untuk menjadi orang yang lebih baik, kamu beruntung mempunyai keinginan untuk kuliah di Jerman. Tetap pertahankan semangat dan keinginan untuk kuliah di Jerman”.

 

 

Daniel Sibarani (Alumni SMAN 3 Bogor)

Just a few words about GEMA… This Sprachkurs is Awesome !. Really i couldn’t have asked for more. Kak Erlina dan Bang Guntur were very helpful to me. They taught the material as clear as possible. Whenever there was anything I need or don’t understand, they got right into it without any delay. “Just call their name and they’ll be there :)”. In GEMA we ,the students, are taught not only how to speak German or do some Writings. But also few Informations (that comes from reliable sources) about Deutschland as an “Intermeso” between our tough times learning the grammar. Not only that, we also did the Applications together, where Kak Erlina always be there to check the documents. By the end of 4 Months I would have considered my teachers and classmates to be families. They made me feel right at home. Studying in GEMA was definitely thing that I will never regret. I would recommend GEMA to anybody ! Daniel

 

Abi Entus Darda (Alumni FT.Tri Sakti)

Hallo, mein Name ist Entus Abi Darda und komme ich aus Jakarta. Seit ich in Fachoberschule war, habe ich einen Wunsch in Deutschland zu studieren. Ich wundere mich über die Entwicklung der Technologie des Autos in Deutschland. Ich habe es erfahren, als ich ein Praktikum als Automekaniker in Jakarta machte. Wegen der wenigen Informationen von Studium in Deutschland und mangelnde Deutschkenntnisse konnte ich das noch nicht realisieren. Ja sag Mal, was für einen Zufall, als ich Frau Erlina und Herr Guntur traf. Ich diskutierte über meinen Wunsch mit ihnen und entschied mich dafür Deutschkurs im GEMA Sprachenzentrum teilzunehmen. Nachdem ich an der Universität fertig studierte, nahm ich superintensiven Kurs mit der Empfehlung von ihnen teil. Während des Unterrichts haben sie mir so viel geholfen. Zum Beispiel : bei den Dokumentvorbereitung, Uni-Bewerbung, bis zum Visumbeantragen und sie geben mir immer Tips und Tricks in Deutschland zu leben. Die Lage in der Klasse ist sehr bequem, freundlich und toll. Nun beschäftige ich mich an der DSH- Vorbereitung, um an der nächsten Prüfung teilzunehmen. Für diejenigen, die nach Deutschland studieren möchten, würde ich euch GEMA Sprachenzentrun zum Deutschlernen vorschlagen, um euer Deutsch in GEMA Sprachenzentrum vorzubereiten. sodass euer Studium in Deutschland mit Erfolg läuft .

 

Irma Siahaan (Dari Batam)

Semuanya diawali dari keinginan mengisi waktu luang. Saya dari dulu ingin bgt belajar bahasa Jerman tapi selalu tidak fokus (belajar sendiri), dan kalau ada pun Kursus2 Bahasa yg saya google, saya selalu dapatkan harga yg menurutku sangat mahal dan jauh tempatnya. Hal yg sangat menyenangkan, gurunya juga mengajari dengan sabar (mrk benar2 mengenali setiap murid dan membantu kendala yg dihadapi) dan selain jadi guru mrk juga jadi MOTIVATOR! Cerita2, pengalaman, perjuangan, wejangan dan nasehat2 mrk menjadi 'charger semangat' buat kami setiap hari. Materi yg diajarkan benar2 systematis. Dari yg ringan sampai yg benar2 padat. Mrk sangat kaya akan Materi pengajaran. Mrk bisa atur kapan murid2 mau santai, relax dan kapan harus benar2 fokus dan serius. Jadi metode pengajaran mrk sangat berwarna. Saya yakin di seluruh kursus bahasa se-Indonesia, belajar di sini adalah pilihan yg terbaik! Mrk adalah Pengajar Profesional! Dan mrk memastikan setiap murid tetap berada di 'rel'. Dan mrk sesuaikan dengan keperluan kt dan mendukung tujuan kt. Murid2 benar2 dipersiapkan utk SIAP menghadapi test2 yg akan dilewati. Misalnya jika murid mau ikut test B2, murid benar2 dipersiapkan utk test itu, demikian juga jika mau kuliah utk lulus tahap ujian masuk universitas. Mrk benar2 memahami trik2 dan cara2 bagaimana supaya lulus. Dan itu semua dibagikan kepada murid2. Karenanya pembimbing (guru) kita adalah juga sahabat, kita ga usah sungkan bertanya jika ada yg kt kurang mengerti. Kt sms atau whatsapp, saat mrk ada waktu pasti dibalas pembahasannya. Atau juga minta saran atau pendapat, ttg di universitas mana atau kota mana kt belajar. Mrk dengan senang hati membantu. Malah untuk segala keperluan yg perlu kt siapkan diberitahu dan utk lamaran2 ke Uni mrk bantu semuanya, selanjutnya kt bahkan bisa lanjut kerjakan sendiri. Jika kt lagi down mrk menguatkan . Sekarang saya sedang mempersiapkan ujian saya ke beberapa Universitas di Jerman. Januari 2015 saya dan teman2 akan berangkat. Saat saya urus visa saya sangat kaget mendapat informasi bahwa banyak mahasiswa yg ke Jerman masih harus menghabiskan waktu 2 tahun utk bahasa, karena pengetahuan bahasa mrk sangat kurang. Semua itu sudah kami jalani secara benar2 intensive di Indonesa selama 6 bulan. Menurutku bertemu dengan Cici dan Koko adalah takdirku. Saya sangat bersyukur bertemu dengan mereka.

 

Nicolaus Sulaiman (Alumni SMAN 2 Jakarta)

Nama saya Nicolaus saya baru lulus dari sman 2 jakarta tahun 2014, sebelum saya berencana untuk kuliah ke jerman saya sangat bingung untuk menentukan dimana saya harus melanjutkan studi nanti, saya sudah mencoba untuk daftar di salah satu universitas swasta di Jakarta namun saya membatalkan karena berasa kurang begitu cocok disana. Lalu salah satu teman saya memberikan informasi tentang tempat les bahasa jerman Gema Sprachenzentrum, setelah mendapatkan informasi itu saya langsung mengunjungi Gema yang waktu itu masih berlokasi di Grogol, setelah berbincang sebentar dengan ko Guntur (salah satu pengajar disana) hati saya mulai tergerak dan tertarik untuk kuliah di jerman. Pada akhirnya saya memutuskan untuk belajar bahasa disini. Ruang kelas yang kondusif dan cukup nyaman, guru guru yang ramah, perhatian,tidak membosankan, mau membimbing dan memberikan semua informasi yang kita butuhkan seputar kehidupan di jerman nanti dan juga sangat jelas mengajari kita menjadi nilai tambah tersendiri bagi Gema Sprachenzentrum yang menurut saya tidak akan didapatkan di tempat les lain terutama di agen agen yang kerap kali banyak memberikan keterangan yang tidak jelas dan tidak benar. Danke Gema Sprachenzentrum… wir lieben Gema,koko Guntur ci Erlina und Mikayla (ihr Kind) , und wir werden unsere Zeit im Gema Sprachenzentrum vermissen 

 

Christo Aldorino Rus (Alumni SMA Pahoa)

Bagi saya sangat beruntung bisa belajar bahasa jerman di GEMA Sprachenzentrum . Khususnya untuk anak - anak yang mau melanjutkan study nya di Jerman. Di GEMA tidak ada informasi yang di tutup - tutupkan , semua informasi mengenai persiapan kuliah di Jerman , langkah - langkah apa saja yang harus di lakukan sebelum kuliah sangat jelas di informasikan di sini. Mengenai pelajaran juga menurut saya sangat bagus karena Herr Guntur and Frau Erlina sebagai guru sangat sabar mengajari kita , dan mereka menjelaskan sampai kita mengerti baru pelajaran di lanjutkan. Di GEMA juga sangat terasa kekeluargaan nya , di sini saya merasa mendapat keluarga baru bahkan Herr Guntur dan Frau Erlina sudah seperti orang tua kami di GEMA. Jadi saya sangat merekomendasikan tempat ini dan menurut saya GEMA Sprachenzentrum adalah tempat yang baik untuk belajar bahasa Jerman. So , Ich möchte mich bei GEMA Sprachenzentrum für Alles bedanken! :D

 

Victor (Alumni SMA Kemurnian Jakarta)

Hallo nama saya Victor, salam sejahtera buat kalian semua yang mungkin dan semoga akan berencana melanjutkan studi kalian ke jerman. Oke kita mulai, awalnya saya tidak pernah terpikir sedikitpun untuk kuliah di jerman, bisa dibilang itu merupakan suatu mimpi karena saya ga kaya kaya banget hehe. Hal itu dimulai ketika mama saya menanyakan hal yang sangat mengejutkan : kuliah ke jerman, konon ia menemukan tempat les yang "sepertinya" lumayan bagus di daerah yang dekat dengan tempat tinggal saya. Saya pertama kali menemukan Gema Sprachenzentrum melalui cara yang lumayan tidak lazim , yaitu melalui Kaskus. Setelah melihat contact personnya yang bernama "Guntur". Ko Guntur ini langsung menjelaskan dengan lancar dan jelas seperti apa itu kuliah di jerman, bahkan dari segi biaya , pergaulan, tepat tinggal, maupun makanan. Buat kalian yang ingin kuliah ke jerman dan ingin belajar bahasanya dengan sistem "kebut kebutan bikin kepala pusing namun pasti bisa" langsung saja hubungi ko Guntur dan ci Erlina , dijamin 6 bulan pikiran ,jiwa raga lemes. Hasil akhirnya yang worth it, mengutip kata-kata andalan bang Guntur " Kita liat saja siapa yang tertawa di akhir" hehe. Percayalah, investasi dalam bahasa itu tiadak akan pernah merugikan. Gema Sprachenzentrum yang awalnya hanya sebuah tempat les , setelah 8 bulan bertemu setiap harinya , bercanda, ledek-ledekan, bahkan gurunya pun kena ledek, frustasi bersama, deg-degan bersama. Pada akhirnya saya sadar bahwa Gema Sprachenzentrum bagi saya adalah sebuah keluarga, mungkin anggota kami tidak banyak, namun tujuan kami sama, sukses kuliah di jerman. Dan itulah yang menjadikan kami satu , dari awal sampai akhir petualangan kjami. Aduh jadi terharu :') Terimakasih banyak ya Ko Guntur dan Ci Erlina buat ilmunya dan pengalamannya.

 

Benedictus William Alumni SMA Ketapang Jakarta)

Selama saya 6 bulan les intensif di Gema Sprachenzentrum, saya selalu merasa senang dengan metode belajar yang diterapkan, karena disini saya belajar dengan menyenangkan tetapi efektif. Saya belajar bahasa jerman dari tidak mengerti sama sekali sampai bisa lulus tes B1, dari awalnya gak yakin mau ke Jerman sampai bisa yakin karena tempat ini. Ditambah lagi saya dibantu dalam proses mendaftar ke universitas di Jerman tanpa tambahan biaya. Saya juga mendapatkan banyak cerita tentang pengalaman ko Guntur dan ci Erlina saat masih di Jerman sehingga mendapat bayangan ketika nanti hidup di Jerman. Kalau mau les bahasa jerman untuk persiapan studi di Jerman, saya sarankan disini saja, soalnya gak akan pernah rugi rasanya les di Gema Sprachenzentrum. Vielen Dank Gema Sprachenzentrum!

 


 

James Djajadi (Alumni SMA Kalam Kudus)

Hallow, nama saya James Djajadi. Saya lulusan SMA tahun 2014, dan saya dari dulu sudah berkeinginan melanjukan studi S1 saya di Jerman, karena kualitas dari jurusan yang saya ingin saya ambil sangat baik ( Maschinenbau ). Kendala yang saya hadapi cukup banyak, tetapi dari sekian banyak kesulitan yang saya hadapi yang paling utama adalah bahasa jermannya. Sebelumnya saya sudah pernah kursus bahasa jerman, tetapi tidak ada peningkatan dan salah konsep. Setelah mencoba 1x kelas percobaan di GEMA, saya yakin untuk mengambil kursus langsung di GEMA, karena kualitas pengajarnya yang lulusan jerman tidak perlu di ragukan lagi ( Bapak Rachmat Guntur dan Ibu Erlina ), dan harga kursus nya juga terbilang cukup terjangkau. Awalnya, saya menganggap bahasa jerman itu sulit, namun ketika sudah mengikuti les dari awal hingga akhir , ternyata anggapan saya itu salah, bahasa jerman tidak sesulit yang dipikirkan, dikarenakan bantuan yang diberikan para guru dan juga teman teman yang sudah seperti keluarga sendiri yang membuat bahasa jerman menjadi menyenangkan untuk dipelajari. Kursus GEMA ini tidak hanya mengajarkan bahasa jerman saja, tetapi kita juga dibimbing dalam membuat lamaran ke Universitas/Studienkolleg, pembuatan visa, trik-trik jitu selama di jerman, dan masi banyak lagi. Itulah pengalaman saya selama di GEMA, saya berharap kalian juga merasakan pengalaman indah yang sama seperti saya. Ich warte auf dich in Deutschland, Tschüß.

 

Veny Habu (Alumni FT. Atmajaya)

Berawal dari keinginan untuk mengisi waktu luang dengan belajar bahasa negara lain, bahasa jerman menjadi pilihan saya. Mendaftarkan diri ke GEMA Sprachenzentrum merupakan suatu "kebetulan" yang sya syukuri. Awal nya, saya mendapat rekomendasi dari beberapa kolega untuk mendaftarkan diri ke lembaga bahasa Jerman yang sudah dikenal. Namun setelah mptimbangkan tingkat efisiensi waktu,materi dan kekeluargaan yang ditawarkan; saya rasa anda setuju,bahwa GEMA menjadi pilihan yg tbaik. Herr Guntur und Frau Erlina, meine beliebtesten Lehrer, sangat membantu dalam proses mengajar,olah soal dan pendaftaran kuliah. Tidak hanya selama waktu kursus, namun juga setelah saya menjalani kehidupan saat ini di jerman. Ich bin über diese Erfahrung sehr glücklich. Und ich vermisse euch sehr cici,koko,und die niedliche Mikayla. GEMA Sprachenzentrum sangat cocok untuk teman-teman yang sudah ada rencana melanjutkan studi,maupun hanya ingin belajar bahasa Jerman.

 

Adela (Alumni FT. Atmajaya)

I really enjoyed the course in GEMA Sprachenzentrum! From the moment I started my course once a week, then the intensive course and until my arrival in Germany, I’m sure for quite a while longer, they have been nothing but supportive, encouraging and highly motivated to get me through the course and help thereafter. The lectures took a personal interest in each and every student. They are always on hand to tackle any questions relating to German language, German cultures, universities' enrollment in Germany, and everything in between, even after I departed from Indonesia to Germany. The best I can say about this course is that you will feel confident enough to practice your German and they remain helpfully involved in your personal needs and support you in ways beyond what you can imagine. If you are looking for a first class German language course, I will recommend GEMA Sprachenzentrum beyond a shadow of a doubt. I guarantee that you will not be disappointed.

 

Drg. Laura Darla

GEMA adalah sebuah tempat belajar bahasa German, dimana pengajarnya, yang tiada lain tiada bukan adalah bang guntur dan ci erlina, baikkkk bngt. dan yang paling penting, mereka tahu arah sasarannya kemana, jadi bukan cuma sekedar belajar aja. Terutama buat yang mau sekolah lagi, recomend bngt buat kursus disini. Dan untuk persiapan ke German pun dibantu 100% sama mereka. Special bngt pokonya. Jam belajarnya juga fleksibel dan bahkan bisa nanya di luar jam belajar hahaha (makasi ya bang dan cici) So GEMA Sprachenzentrum recomend buat semua terutama yang mau sekolah lagi di Deutschland. Sampai ketemu di Deutschland. Tschüüß :*

 

Ferdy(Alumni FT. Atmajaya)

Hallo teman - teman yang berminat untuk study, kerja atau memiliki rencana untuk tinggal di Jerman. Pastinya kalian butuh kemampuan bahasa yang dapat menunjang tujuan kalian. Nama saya Ferdy Santoso, saya memutuskan pergi ke Jerman untuk studi S2 di bidang teknik. Pada awalnya saya les di GEMA dari bulan Juli 2013 dan saya ambil kelas setiap hari Sabtu. Dari kursus setiap hari Sabtu tersebut saya dapat mengenal bahasa Jerman lebih baik daripada saya hanya beli buku di toko buku terdekat. Di GEMA saya diajar oleh Frau Erlina dan Herr Guntur, dikarenakan suasana yang mendukung dan seperti keluarga sendiri menyebabkan saya lebih menikmati belajar bahasa Jerman. Setelah saya memantapkan langkah saya ke Jerman, saya mengambil kursus super intensiv yang dilaksanakan setiap hari selama tiga bulan. Dari proses yang berjalan mulai pendaftaran Universitas, pembuatan visa, langkah - langkah yang harus diambil di Jerman, saya bersyukur tidak perlu datang ke agen - agen study untuk berangkat ke Jerman dan membuang banyak uang. Semua informasi persiapan yang saya perlukan dapat didapatkan di GEMA. Dari hasil intensiv saya mencapai level grammar C1 yang mungkin belum tentu saya dapatkan di tempat kursus yang lain. Tentu dibutuhkan kerja sama dari masing - masing murid untuk memperdalam materi masing - masing, sehingga hasil pembelajaran lebih maksimal. Selamat belajar bahasa Jerman di GEMA. Vielen Dank GEMA Sprachenzentrum!

 

Dr.Fendie Syailawan

Saya dulu belajar Bahasa Jerman dari mulai A1-B2 secara super intensif sejak 6 bulan lalu di Gema Sprachenzentrum. Herr Guntur, itu orangnya biasanya sangat tepat waktu tapi kadang-kadang beliau bisa pengertian dengan keterlambatan murid-muridnya. Saya merasa belajar di sini agak sedikit berbeda dari tempat kursus yang lainnya. Di Gema kita bisa bertanya apa saja kepada Herr Guntur dan Frau Erlina. Kita belajar di Gema selalu dipenuhi dengan senyum karena kita tidak ada kekhawatiran atau beban apapun. Dari Gema saya juga banyak tahu tentang Jerman, Saarbruecken dan tentunya bahasa Jerman sendiri. Pokoknya Gema adalah yang terbaik. Kalau mau belajar bahasa Jerman, pilihlah Gema. Saya secara tulus berterimakasih kepada Herr Guntur dan Frau Erlina atas bantuannya selama ini. Semoga Gema maju terus dan jaga kesehatan.....

Salam dari Bangka

 

Ida Aini Putri Thamimi.

Les di Gema Sprachenzentrum itu sangat teramat menyenangkan, seru, pengajarnya juga baik, ramah & kalo menjelaskan juga bisa langsung dimengerti. Pokoknya engga pernah nyesel les di Gema Sprachenzentrum :-)

 

Nidia Felicia, 22 th

Saya ingin belajar ke Jerman untuk melanjutkan kuliah s2 di Jerman. Rencana awalnya saya ingin mengikuti kurusus dari tingkat A1 langsung di Jerman, namun akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kursus di GEMA-Sprachenzentrum.

Setelah belajar Jerman di GEMA-Sprachenzentrum hasil yang didapatkan sangat memuaskan. Saya bisa langsung masuk ke kelas B1 di Jerman. Pengajarnya sangat baik dan cara mengajarnya sangat mudah dimengerti. Setelah saya berangkat ke Jerman pun, para pengajarnya tetap masih mau membantu apabila masih ada yang tidak dimengerti. Bahan-bahan yang diajarkan juga sangat sesuai dan benar-benar berguna pada saat di Jerman. Selain itu, para pengajarnya kerap membagikan solusi dan tips untuk hidup di Jerman.

Saya merasa sangat beruntung pernah mengikuti kelas bahasa jerman di GEMA-Sprachenzentrum.

 


 

 
Dr. Adrianus Gupta Wijaya,
Aus Jogjakarta

Testimonial für Gema-Sprachenzentrum :

" Saya merasa beruntung menjadi peserta kursus bahasa Jerman di Gema-Sprachenzentrum. Dalam waktu 3 bulan saya memiliki kemajuan pemahaman grammatik dari level A2 hingga C1 secara signifikan. Gema-Sprachenzentrum menjadi tempat belajar yang nyaman dengan jadwal kursus yang bisa disesuaikan terutama bagi yang sudah bekerja dan pola pengajaran grammatiknya menyenangkan serta memberikan konsultasi cuma-cuma bagi peserta kursus yang ingin study di Jerman. Sekarang saya tinggal di Saarbrücken, dan saya tidak terlalu kesulitan berbicara dengan penduduk asli. Vielen Dank Gema-Sprachenzentrum. Aufwiedersehen..!! "

 

 
Dr. Sanny Bangun,
aus Jakarta

Testimonial für Gema-Sprachenzentrum :
Im GEMA-Sprachenzentrum habe ich richtig Deutsch gelernt. Ich konnte die Grammatik hier viel besser verstehen und täglich habe ich viele neue Wortschätze gelernt. Ich bin sehr dankbar für die nette und professionelle Lehrer/Lehrerin, für die tolle Lernbedingungen, und auch für die schöne Freundschaft, die ich im Gema gefunden habe. Anderen Deutschkurs wie GEMA-Sprachenzentrum kann ich wirklich nicht mehr finden.

Di GEMA-Sprachenzentrum saya baru benar-benar belajar bahasa Jerman secara efektiv. Disini saya bisa lebih memahami Grammatik yang baik dan setiap hari banyak mempelajari kosa kata baru untuk keperluan studi saya. Saya sangat berterima kasih untuk profesionalitas pengajarannya, suasana belajar yang baik, dan juga buat persahabatan yang saya temukan di GEMA Sprachenzentrum. Saya gak akan bisa menemukan tempat belajar Jerman yang seperti di GEMA-Sprachenzentrum

 

                                       

Dr. Christina Simanjuntak

Hallo! Saya Christina. Belajar bahasa jerman di Gemasprachzentrum adalah suatu kesempatan yang tidak akan pernah saya lupakan. Cara belajar disini juga sangat berbeda dan sangat cepat, kita benar-benar dituntut untuk rajin. Hehe. Selain belajar Grammatik, kita juga mendapat info tentang kultur dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang Jerman. Kedua pengajarnya juga sangat berdedikasi, bukan hanya mengajari bahasa jerman tetapi juga membantu kita dalam mencari info Studi di Jerman, tempat tinggal, dsb. Disini saya seperti mendapatkan keluarga baru. Kita bisa sharing saat kita sedang down. Mempunyai keinginan dan mimpi untuk melanjutkan sekolah ke Jerman adalah tidak mudah dan banyak sekali tantangannya. Sering kali kita putus asa, tetapi di Gemasprachzentrum, kita semua saling menguatkan, baik antara sesama peserta kursus, juga dengan kedua pengajar. Mereka akan mendengar keluh kesah kita dan memberikan saran kepada kita. Inilah yang tidak bisa didapat ditempat-tempat kursus lainnya. :) Sukses terus Gemasprachzentrum! Ich vermisse euch schon! :) :)

 

                                       

Tiara Parahita

I decided to learn at Gema Sprachenzentrum because of the teacher quality and DaF/ DSH oriented teaching. Before I studied at Gema, I have been studying German intensively for 6 months at another place and the result were mediocre speaking and worse on grammar (hence writing). I lost my confidence and had been thinking to give up studying in Germany altogether. At Gema, I was taught from basic beginning so that I have solid ground in German language. The teaching method at Gema is slightly different since it concerns more on DaF/ DSH exam which is very important due to we have to pass those test to be able to sit at university. The teaching is easy to understand and at the end of the day, we are able to know how to use what we have been taught in daily and academic life. Teachers are friendly, knowledgeable, and helpful. It was a struggle to learn German at first however since the teachers are very supportive and teach patiently, I gain confident in learning German. The teachers also give recommendation and assisting on university application, accommodation and visa application (for free!). I highly recommend Gema Sprachenzentrum to everyone who eager to learn German for studying or just for hobby.

 

                                       

Nama: Nurfadni Mutiah; Tgl.Lahir: 15.10.1995

Alumni: 2013; Programstudi: Betriebwirtschaftlehrer (BWL); Status: an der Martin Luther Universität Halle-Wittenberg als studienkolleg (vorkurs); Domisili: Halle (saale) Deutschland

Awalnya tidak pernah terfikir untuk melanjutkan study ke Jerman, Alhamdulillah dengan petunjuk Allah di pertemukan di Gema Sprachenzentrum dengan Herr Guntur dan Frau Erlina. Di saat itu sama sekali belum tahu informasi apapun tentang study di jerman, setelah mendengar penjelasan Herr Guntur mengenai study di jerman, orangtua dan saya tertarik, dan langsung les di Gema Sprachenzentrum, sampai B1 selama 6 bulan, dan ternyata Bahasa jerman sangat menarik, walaupun di awal memang banyak kesulitan, tetap dengan cara belajar mengajar yg sangat membuat relax dan kekeluargaan agar kita juga dapat memahami dengan maksimal, kita di perbolehkan makan dan minum, diperbolehkan bertanya sampai kita paham paten dalam pembahasan itu, yg terpenting semua Harus dicatat dan di ulang dirumah, dan banyak banyak berlatih di soal-soal grammatik dan perbanyak vokabeln, beruntungnya lagi, Pembelajaran dan pembahasan yang mereka berikan Herr Guntur dan Frau Erlina semua sama dan akan di bahas ulang di studienkolleg, jadi kein uberaschung, dan gak ada waktu yang terbuang jika belajar bahasa jerman disana, yang terpenting lagi pengalaman2 yang selalu di ceritakan oleh Herr Guntur dan Frau Erlina sangat berguna, mereka jg membuat kita mandiri, tanggap dalam ssegala hal terutama mereka mengarahkan kita untuk mendaftar studienkolleg/uni, pembukaan konto di DB, pembuatan visa, kita lakukan sendiri dengan bimbingan mereka, yang menghasilkan kebanggaan tersindiri, bisa berada di sini dan menjalani sendiri proses demi proses, tidak ada yang sulit, tidak ada yang tidak mungkin, jika kita ada kemauan dan Tuhan akan memberikan jalan itu. :)

Copyright © 2013. GEMA Sprachenzentrum Rights Reserved.


Facebook twitter skype youtube