^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Testimoni - Hal 1

 

Jason Ariel (Alumni Kolese Kanisius Jakarta Thn 2016)

Namasaya Jason Ariel. Saya lulusan SMA Kolese Kanisius Jakarta dan telah les di Goethe Institut mulai dari level awal (A.1.1) hingga level minimal yang dibutuhkan pelajar untuk studi di Jerman (B.1.3) kira-kira selama 1 tahun. Namun jujur saja, karena metode pengajaran di Goethe Institut yang kurang cocok untuk saya,  saya pun berpikir untuk menggeser keinginan saya untuk studi di Jerman ketika S2 saja, agar dapat mempersiapkan bahasa Jerman lebih baik.

Lewat informasi-informasi dari teman, akhirnya saya mengenal Gema Sprachenzentrum. Sebuah kursus yang pada impresi pertama, gurunya terlihat kurang meyakinkan karena gayanya yang sangat santai. Tapi setelah mendengar testimoni kakak kelas saya yang telah kursus di sini, saya dan orangtua membuat keputusan bahwa saya akan mengikuti kursus bahasa di Gema Sprachenzentrum demi mengejar pendidikan S1 di Jerman.

1-2 bulan awal rasanya masih santai karena pelajaran yang diajarkan pernah saya pelajari. Dan dari situ saya sadar bahwa pengajaran yang diberikan oleh guru yang terlihat sangat santai tadi ternyata diajarkan hanya dalam waktu yang sangat singkat. Saya pun sadar bahwa penilaian saya dan orang tua dari awal sangatlah salah. Selama 6 bulan di sini, saya merasakan bahwa konsep mendidik yang dimiliki oleh guru kami sangatlah baik. Kami para murid diharuskan untuk belajar dengan intens. Karena pengajaran yang intens tadi, kami tentu sering jenuh. Namun guru kami pun tidak lupa untuk menceritakan berbagai pengalaman hidup di Jerman yang sangat berarti bagi kami.

Saya membicarakan dari tadi soal „guru“. Di Gema Sprachenzentrum hanya terdapat 2 orang guru. Sepasang suami-istri, bernama Guntur dan Erlina yang sudah saya anggap menjadi keluarga saya sendiri meskipun baru saja mengenal mereka selama 6 bulan. Kesederhanaan, keterbukaan, kerendahanhati dan metode pengajaran mereka, di mana kami dianggap seolah-olah anak mereka sendiri, membuat saya merasa sangat beruntung menemukan sebuah kursus kecil ini.

Tentu pendidikan yang mereka berikan tidak 100 persen sempurna. Karena hubungan antar guru dan murid yang sifatnya sangat kekeluargaan, kamipun tidak ragu untuk mengkoreksi satu sama lain. „Koh“ Guntur dan „Ci“ Erlina pun seringkali secara terbuka dan pedas mengingatkan kami untuk terus rajin jika ingin sukses di Jerman. Memang pendidikan yang didapatkan di kursus ini tidak menjamin perjalanan kita belajar di Jerman akan mulus. Semua balik pada diri kita masing-masing, apakah kita mau terus rajin meningkatkan performa dan terus berdoa pada Tuhan.

Akhir kata, kursus di Gema Sprachenzentrum memberikan saya banyak ilmu baru, pengalaman berharga, dan sebuah hubungan dengan guru tercinta yang tidak ada putusnya. Terimakasih Koh Guntur dan Ci Erlina yang telah memberikan saya permulaan baik dalam studi saya di Jerman.

Salam hangat,

Jason Ariel (Murid Gema SS2017 &Studienkolleg Frankfurt SS2017)

 

Randy Effendy (Alumni Christophorus  Thn 2016)

Belajar bahasa Jerman di GEMA tuh gokil. Ga bakal berasa nge les. Belajar di GEMA itu kayak belajar bareng temen-temen lu sendiri. Mulai dari temen-temen satu les, guru nya yg asik (ko Guntur & ci Erlina), bahkan cara pengajaran nya yang simpel. Ga bakalan sakit kepala deh. Tiap hari ada aja yang bkin ketawa di GEMA. Kita juga nyantai aja buat menghadapi ujian" Goethe ataupun ANP. Bahkan buat terbang ke Jerman pun udah siap. Seru abis dah di GEMA wkwwk.

 

Jonathan Vincent (Alumni Stella Maris 2015 Gading Serpong

Ich bin Vincent. Sekarang saya sedang studkol di Konstanz,Deutschland. es ist eine kleine Stadt,aber sehr schön. Ini semua karena saya diajarkan di GEMA Sprachenzentrum oleh hübschstem Mann und schönster Frau. Saya mulai dari 0, sama sekali tidak tahu Deutsch sekalipun dan merasa paling dumm di kelas.Banyak rintangan yang saya lewati,dari masalah Zulassung dari Studkol yang saya dapatkan sedikit, sampai masalah ngurusin Visum yang begitu ribet dan Berkat Tuhan saya bisa melewatinya semua dan karena bantuan koko dan cici GEMA yang sangat perhatian dengan murid-muridnya.Saya tidak pernah menyesal les di GEMA Sprachenzentrum:D..hahaha..Rintangan dan Fun selalu bercampur disitu, dan yang paling utama jangan lupa selalu bersandar pada Tuhan dan mengandalkan-Nya. Bagi kalian yang sedang baca testimoni ini,berarti kali beruntung sekali bisa masuk GEMA. Toi Toi Toi!!! Amsal 23:18 - "Karena masa depan sungguh ada,dan harapanmu tidak akan hilang."

 

Gilbertus Reinhardt

Saya Gilbert, berasal dari Malang. Gema adalah pilihan yang sangat tepat jika kamu ingin melanjutkan studi di Jerman. Saya sangat merasa beruntung bisa kursus bahasa di Gema Sprachenzentrum, karena tidak hanya menjalani rutinitas les setiap harinya, namun juga mendapat bimbingan untuk hidup dan survive di Jerman. Awalnya saya pikir Gema adalah tempat les biasa, namun setelah menjalani les lebih dari seminggu bersama Ko Guntur dan Ci Erlina, saya sadar jika ini adalah tempat les yang luar biasa, benar-benar tempat les yang bagus dan materi yang diajarkan pun sangat berbeda dan lebih dalam dibanding tempat les lain yang sebelumnya saya pernah coba. Ko Guntur dan Ci Erlina juga sangat perhatian apabila kita mengalami kesulitan apapun, mereka selalu datang dan menjelaskan ulang dengan baik. Dengan ruangan kelas yang dingin di BSD yang panas, sangat nyaman untuk belajar bahasa Jerman. Ditambah dengan banyaknya restoran di sekitar Gema yang bisa membangkitkan semangat untuk menimba ilmu. Di Gema juga sangat terasa rasa kekeluargaan dengan Ko Guntir, Ci Erlina, dan teman-teman dari berbagai kota karena kita berjuang bersama mulai dari nol sampai akhirnya bisa berangkat bersama. Saya sangat merindukan masa-masa les setiap hari karena selalu ada cerita baru setiap harinya selama lebih dari 6 bulan. Jadi, saya sangat menyarankan untuk les di Gema, terlalu banyak keuntungan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ich bedanke mich sehr bei Ko Guntur und Ci Erlina für eure Geduld und eure Hilfe.

 

Adrian Raka Abhirama (Alumni SMA Kanisius Jakarta 2015)

Halo nama gua Abhi. Gua udah pengen ke Jerman sejak kelas 10 SMA. Sebelom ke GEMA, waktu itu dari kelas 10 sampai 11 gua les Jerman di dekat sekolah gua setiap hari sabtu. Jujur waktu itu gua udah bahkan sampai level B1 cuman gua gak ngerti apa-apa secara mendalam. Akibatnya gua kubur impian gua dalam-dalam karena gak pede dengan kemampuan bahasa Jerman gua. Abis itu gua fokus ke universitas dalam negeri. Tapi sekitar bulan April ditengah persiapan masuk universitas di Indonesia, gua di kasih tahu GEMA sama orang tua gua. Merasa belum menyerah ke Jerman, gua nyoba datang ke GEMA buat percobaan satu kali. Gua langsung merasa nyaman dan pede kalo GEMA bisa membantu gua. Waktu belajar 2 tahun di tempat les yang lama langsung diselesain dalam 6 bulan di GEMA. Selain super intensif yang membuat kita selalu belajar Deutsch, hal-hal yang dipelajari itu yang penting untuk Aufnahmeprufung dan kuliah di Jerman. Hasil belajar 6 bulan buat gua lolos Aufnahmeprufung di kota kecil yang pesertanya sampai 750. Percaya aja sama GEMA deh pokoknya. Viel Erfolg buat GEMA.

 

Dionisius Jeferson (Alumni SMA Pahoa 2015 Gading Serpong

Halo Jungs !! Nama saya Dion dari Tangerang. Saya ingin share pengalaman saya selama di belajar di Gema Sprachenzentrum. Awalnya saya tertarik ingin bersekolah di Jerman selain karena biaya sekolah yang murah tapi juga bisa belajar utk lebih mandiri di kehidupan yang berbeda. Saya juga mempunyai beberapa saudara yg bersekolah di Jerman maka itu saya mulai tertarik. Awalnya saya bingung mencari" tempat les bahasa, adapun yaitu Goethe Institut yg letaknya di Jakarta dan jauh dari rumah saya. Tapi setelah itu ada salah satu teman yang merekomendasikan tempat les bahasa di sekitar BSD. Saya pun kursus bahasa disitu selama kurang lebih 3 bulan, tetapi saya merasa bahwa saya kurang nyaman dengan kondisi les disitu. Selain karena pengajaran yg kurang bagus, tetapi juga sistem di dalamnya kurang mendukung dan setelah mengetahuinya orang tua saya pun juga tidak suka. Setelah itu ada teman saya yg lain merekomendasikan tempat les bahasa di BSD juga yaitu GEMA Sprachenzentrum. Saya pun datang dan berbicara dengan Guru sekaligus pemiliknya yaitu Ko Guntur. Beliau meyakinkan saya dan memberi tahu bahwa GEMA akan memberikan pelajaran bahasa Jerman hingga tingkat C1, dan targetnya bukan hanya lulus Goethe Zertifikat B1, tetapi juga tembus / lulus studienkolleg. Di luar itu juga GEMA akan membantu anak" murid untuk mengurus segala dokumen, visa, bank dll secara gratis. Saya pun memutuskan untuk kursus bahasa di GEMA. Setelah beberapa bulan saya les, saya merasa bahwa GEMA adalah tempat yg terbaik untuk les bahasa bagi anak" yg ingin kuliah ke Jerman. Selain karena tingkat kekeluargaan yg tinggi, tetapi juga karena kualitas pengajaran yg bagus serta guru" yg siap membantu dan bisa berkonsultasi masalah studi ke Jerman secara cuma". Singkat cerita, sekarang saya sudah studi di Jerman dengan mengurus segala dokumen sendiri, tanpa membayar agen atau semacamnya. Saya pun sudah di terima di studienkolleg dan saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih selain kepada Tuhan Yesus, tetapi juga kepada GEMA Sprachenzentrum karena telah membantu, mensupport, serta mendidik saya sampai bisa studi dan di terima di studienkolleg. Jadi bagi anda yg ingin studi di Jerman dan sedang mencari les bahasa yg cocok, saya sangat merekomendasikan GEMA Sprachenzentrum. Sekali lagi, ich bedanke mich bei euch Ko guntur und Ci Erlina für eure Unterstützung.

 

Siti Haidar Immaculata(Alumni SMAN II Jakarta 2015)

Hallo nama saya Imma. Saya lulus dari SMAN 2 jakarta tahun 2015. Sejak kelas 2 SMA saya telah memutuskan ingin melanjutkan sekolah di jerman dan mencari tau apa saja syarat untuk mendaftar Studienkolleg di Jerman. Salah satunya adalah syarat Bahasa yang mengharuskan minimal sudah mempunyai sertifikat B1. Kemudian bersamaan dengan sekolah, saya mengikuti kursus bahasa jerman di salah satu institut ternama di jakarta agar bisa memenuhi syarat bahasa itu. Namun di institusi tersebut saya kurang bisa mengerti materi Grammatik dari bahasa jerman itu sendiri, karena sistem pengajaran nya lebih di tekankan akan Kultur dan juga bahasa di kehidupan sehari hari di jerman. Sedangkan untuk bahasa yang akan digunakan di sekolah menuntut kemampuan kita secara grammatik. Saya akhirnya melanjutkan kursus di tempat tersebut hanya sampai Maret 2015 karena sudah mau ujian nasional. Tepat setelah UN saya semakin bimbang apakah mungkin untuk bersekolah ke jerman dan saya sendiri masih sangat buta akan segala prosedur untuk mendaftar studienkolleg. Teman teman saya kebanyakan juga sudah di terima di ptn atau yang sudah mendaftar pts membuat saya semakin khawatir. Saya kemudian mencoba menghubungi kakak kelas saya yang sudah berada di Jerman. Dia memberikan saya kontak ko guntur dan saya di beri kesempatan oleh ko Guntur langsung datang mencoba kelas secara gratis. Gema Sprachenzentrum terletak di Serpong dan perjalanan saya dengan kendaraan umum terasa sangat jauh dari jakarta Barat . Sampai saya berpikir bahwa itu pertama dan terakhir kali saya ke Gema Sprachenzentrum. Namun pada saat saya mencoba mengikuti kelas pertama kali. Saya langsung merasa menemukan tempat yang benar benar cocok untuk persiapan kemampuan bahasa saya. Kelasnya berskala kecil sehingga mudah untuk konsentrasi dan juga peserta kursusnya semua adalah mereka yang mau memulai atau melanjutkan studi di Jerman. Gema Sprachenzentrum yang membantu saya benar benar dalam semua perbekalan untuk sekolah di jerman. Bukan hanya dalam pengembangan bahasa tapi juga dalam segala prosedur yang harus dilakukan untuk mendaftar. Ci erlina dengan telaten selalu memeriksa semua urusan dokumen dokumen dalam mendaftar studienkolleg, membuat Deutsche Bank, mengurus visum. Ko guntur dan ci erlina benar benar serius dalam membantu kita. Bahkan sampai kami semua telah berangkat dan sudah diterima di Studienkolleg ko guntur dan ci erlina masih terus siap sedia untuk dihubungi. Terimakasih Ko guntur dan Ci erlina yang membuat saya merasakan Spaß beim Lernen der deutschen Sprache dan membantu saya mewujudkan mimpi sekolah di Jerman. Gema Sprachenzentrum adalah tempat yang saya rekomendasikan secara penuh untuk perbekalan diri kita untuk sekolah di Jerman. Gruß aus Halle (Saale), Deutschland

 

Sheren Patricia Felix(Alumni SMA Darma Yudha,Pekanbaru 2015)

Sheren Patricia Felix – Alumni SMA Darma Yudha, Pekanbaru Hallo! Sejak kecil saya sudah bermimpi untuk sekolah ke Jerman. Maka dari itu, saya memulai untuk mewujudkan mimpi saya dengan mengikuti kursus bahasa jerman selama masa SMA. Tapi, saya merasa kemampuan bahasa saya tidak begitu berkembang dan cuma tau hal-hal yang dasar. Akhirnya, setelah tamat SMA saya memutuskan untuk mencari kursus bahasa lain dengan harapan kemampuan bahasa saya bisa lebih baik. Sampai akhirnya saya tau tempat kursus yg bernama GEMA Sprachenzentrum, yg direkomendasikan oleh sepupu dari papa saya. Begitu ketemu dan ngobrol untuk pertama kalinya dengan ko Guntur, saya langsung excited dan rasanya ingin langsung masuk les hari itu juga. Hahaha agak lebay, tapi ini beneran. Kemudian mulai lah kursus hari pertama kami waktu itu tanggal 18 Mei 2015. Di hari pertama itu saya bertemu dengan teman-teman baru yg mempunyai cita-cita dan goal yg sama, yaitu ingin menjadi orang yg sukses dari lulusan Jerman. Dengan perasaan senasib sepenanggungan itulah, hubungan kami semakin akrab, dan bisa dibilang sudah seperti keluarga. Belajar, dan having fun bersama, sungguh merupakan pengalaman yg tak terlupakan bagi saya. Pernah suatu waktu saya sedang berbincang dengan ci Erlina, bahwa kakak laki-laki saya juga sedang melanjutkan studi di Jerman, tetapi dia gagal untuk lolos masuk ke studkol, sehingga harus membuat dia menunggu 6 bulan berikutnya dan harus mendalami bahasa di Sprachkurs di Jerman. Ci Erlina langsung berkata, “Hal itu tidak akan terjadi sama Sheren. Belajar saja yg rajin selama 6 bulan ini”. Kalimat tersebut membuat saya semakin percaya diri dan yakin, bahwa saya akan diterima. Sekarang, Puji Tuhan saya bersyukur karena bisa diterima di Studienkolleg di Gießen. Terima kasih ko Guntur dan ci Erlina atas ilmu dan bimbingannya selama ini, saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari Gema Sprachenzentrum. Menjadi bagian dari Gema juga bukan hanya sekedar mengambil ilmu dan putus hubungan dengan guru dan teman-teman begitu sudah berangkat ke Jerman, melainkan kami tetap mempunyai koneksi satu sama lain. Kami yang sudah survive di Jerman akan dengan senang hati membantu dan menyambut adik-adik yang akan tiba di Jerman pada semester berikutnya. So, are you ready to fight together in Germany?

 

Copyright © 2013. GEMA Sprachenzentrum Rights Reserved.


Facebook twitter skype youtube