^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Testimoni

 

Laurentius Valdy (Alumni SMA Santa Ursula 2015 BSD City)

Halo, saya ingin menceritakan sedikit tentang pengalaman perjalanan saya menuju Jerman. Memang awal mulanya saya hanya ingin sekolah di luar negeri, awalnya bahkan saya ingin belajar di Singapura. Namun saya sadar bahwa biaya dan pendidikan yang dibutuhkan NUS/NTU sangatlah tinggi. Sehingga saya berubah pikiran. Kemudian saya sempat putus asa dan memilih untuk mengambil SBMPTN saja. Dengan waktu berjalan, saya menemukan pencerahan di Education Fair yang diadakan di sekolah saya. Di situlah jenjang saya belajar Jerman dimulai. Awalnya saya memulai di lembaga pendidikan lain untuk belajar jerman. Saya belajar jerman di lembaga lain dari A1-B2.1, namun walaupun begitu saya masih kesusahan untuk mengikuti ajaran di lembaga lain saat memasuki B2. Oleh karena itu saya berpikir ulang untuk pindah tempat les. Akhirnya saya memilih GEMA sebagai tempat saya belajar Jerman. Awalnya saya sudah sempat mendengar GEMA, namun saya masih ragu karena sempat dikatakan bahwa sertifikat GEMA dapat digunakan untuk mendaftar Universitas di Jerman dan ternyata memang hal itu terbukti benar, dapat digunakan. Setelah itu, selama saya belajar di Jerman di GEMA, saya merasakan metode belajar yang beda, yaitu tentang tujuan pembelajaran, bagaimana cara mengajar, dan cara menanggapi murid-murid. Tujuan pembelajaran saya dulu hanyalah belajar bahasa, namun di GEMA mempunyai tujuan beda yaitu belajar untuk persiapan Studienkolleg, yang saya rasa hal itu jauh lebih bermanfaat disbanding belajar bahasa saja. Kemudian cara mengajar dari Ko Guntur dan Ci Erlina terasa lebih seru dan masuk di otak, mereka mengajar tidak satu arah melainkan dua arah. Jadi saya pun yang masih kurang mantap dalam B1 pun, dapat memperkuat dasar di GEMA. Cara menanggapi murid-muridnya pun beda, karena mereka sangat peduli dengan kesusahan yang dialami murid dan mereka tahu apa yang diperlukan murid-murid, mereka mengajarkan murid-murid sampai mereka mengerti. Setelah pembelajaran sudah sampai bulan September disinilah lebih terlihat lagi kesungguhan Ko Guntur dan Ci Erlina dalam membantu murid-murid berangkat ke Jerman. Mereka sangat membantu murid-murid, mendaftar Studienkolleg secara online, menginformasi Universitas, memberikan panduan jika sudah diterima di Universitas. Memang di sinilah bagian tersulit murid-murid untuk berangkat di Jerman, namun dengan bantuan Ko Guntur dan Ci Erlina semua tidak ada yang mustahil, hehe. Semua usaha pun terbayar dengan baik, saya dapat diterima di beberapa Studienkolleg, dan saya akhirnya mengambil Karlsruhe Institute of Technologie(KIT) dengan segala usaha saya dan bekal yang diberikan Ko Guntur dan Ci Erlina tentunya. Terima kasih atas segala bekal yang diberikan GEMA!

 

Damianus Kevin ( Alumni SMA Kolese Kanisius Jakarta Thn 2015)

Nama gua Kevin. Awalnya gua gaada muncul pikiran sama sekali buat kuliah di Deutschland. Yang gua tau tentang kuliah diluar negri tuh pasti mahal. Gua udah hampir mau masuk Universitas di Bandung tapi gatau kenapa ortu gua ajak ke Tangerang buat ketemu sama Frau Erlina dan Herr Guntur. Dan entah kenapa setelah mereka jelasin tentang betapa bisa sebenarnya kita kuliah di Deutschland, gua langsung tertarik. Akhirnya gua les di GEMA Sprachenzentrum selama 6 bulan, tiap Senen sampe Jumat. Keliatannyasih mungkin capek, tapi gua yang ngejalanin merasa semua yang dilakuin di les tuh gak membebani gua karena bukan ini sekedar hubungan guru dan murid, melainkan les disini kayak rumah buat gua pribadi karena ada rasa kekeluargaan. Komunikasi antar Herr Guntur dan Frau Erlina itu enak banget, kami bisa ngobrol masalah pelajaran bahkan masalah pribadi juga bisa dicurhatin. Pokoknya les di GEMA itu sangat menyenangkan, semua materi dijelasin dengan sangat jelas dan akan dijelaskan sampai semua mengerti. Gua yakin kalian yang masih bingung mau les bahasa Jerman dimana, GEMA adalah tempat yang cocok buat kalian. Pertanyaan yang pertama kali muncul di pikiran gua sebelum les cuma 1 : Apa gua bisa persiapan bahasa dari 0 cuma 6 bulan? Dan jawabannya biar kalian yang rasain nanti ternyata pertanyaan itu bukanlah pertanyaan yang harus dipikirkan tapi pertanyaan yang harus dipikirkan adalah : Uni apa yang mau kalian pilih? Gua cuma bisa bilang terimakasih ke Frau Erlina dan Herr Guntur, ihr seid am besten, damit wir deutsch als unsere Fremdsprache beherrschen.

 

 

Quinn Nissiel (Alumni SMA Santa Ursula BSD City Thn 2016)

" Dulu saya sempat ragu untuk ke Jerman karna terkenal susah. Untungnya ketemu Gema Sprachenzentrum, ngebantu banget membuka pemahaman saya tentang bahasa Jerman. Selain itu saya jd mandiri karna semua pengurusan diurus sendiri dengan bantuan Ko Guntur dan Ci Erlina. Yang paling terasa adalah saat Studienkolleg, kebantu banget karna hampir semua bahan udah diajarin koko dan cici. Vielen Dank, Gema!!!" 

 

Handy Wijaya (Alumni SMA Lia Stephanie Jakarta Thn 2016)

" Nama saya Handy Wijaya , umur saya 18 tahun. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di kota Darmstadt. Lewat les di Gema Sprachenzentum belajar bahasa jerman menjadi lebih pasti dan mudah karena materi yang diajarkan sesuai dengan persiapan kita untuk kuliah di Jerman dan gak hanya siap, kita juga menjadi lebih percaya diri dalam mendengar , menulis maupun berbicara dalam bahasa jerman. Lewat les ini kita sudah memiliki modal untuk belajar di Jerman."

 

Marcello Glenn Tansil (Alumni SMA Katolik Rajawali Makassar Thn 2016)

Kesan selama di GEMA

Kursus di GEMA sangat menolong saya untuk belajar di Studienkolleg. Pelajaran yang diberikan sama persis seperti di Studienkolleg. Kalau mau dibandingkan dengan G*****, GEMA lebih bagus. G***** hanya mengajarkan bagaimana cara ngomong yang benar tetapi tidak ditekankan pada grammatik. Selain itu ko Gun dan Ci Erlina memberikan saya motivasi untuk semangat belajar. Ya walaupun harus lulus GOETHE 3 kali dengan nilai pas –pas-an tetapi Aufnahme cukup sekali aja.

O iya, jaringan GEMA di Jerman sangat kuat. Saya tidak perlu takut untuk mencari tempat tinggal, angkatan GEMA sebelumnya bakal siap membantu. Ko Gun und Ci Er, ich bedanke mich für den 6 monatlichen Kurs. Ich vermisse euch. Ich werde euch eine Postkarte von Greifswald  schicken. Liebe Grüße.         

 

Dr. Vivi Septiani (Alumni Fak.Kedokteran UKRIDA Jakarta)

 

Sankt Augustin, 27. Dezember 2015

“Semuanya berubah ketika saya mulai mengenal GEMASPRACHENZENTRUM dan hanya butuh 5-6 bulan bagi saya untuk mempelajari bahasa Jerman.”

Hanya butuh 5-6 bulan belajar intensif mempelajari bahasa Jerman di Gemasprachenzentrum dengan hasil yang luar biasa. Dari Gema lah saya bisa mengerti tentang bahasa Jerman dengan mudah dan praktis dari tingkat dasar sampai DAF.

Mungkin asing bagi kita mendengar kata “GEMA” .  Sekarang GEMA sudah menggema sampai di Jerman. Bagi mereka yang mendengar alumni GEMA dari BSD, hampir selalu diacungin jempol, karna kualitas lulusannya.

Dan mungkin banyak orang yang tidak percaya juga bahwa sebuah tempat belajar bahasa Jerman yang masih baru, mana mungkin mempunyai kualitas yang baik.  Ya tapi itulah kenyataan sebaliknya. Sebuah nama yang sudah lama terkenal belum tentu mempunyai kualitas yang baik.  Ini pengalaman saya, dimana sebelumnya saya sudah pernah belajar bahasa Jerman di tempat yang sudah terkenal, namun hasilnya emmmm... tidak ada kemajuan.  Dan semuanya berubah ketika saya belajar di GEMASPRACHENZENTRUM.

Semua suka duka pasti selalu ada. Terkadang jenuh setiap hari senin-jumat selalu dengan gramatik dan gramatik yang diajarkan.  Hanya sekali-sekali Ko Gun dan Ci Er bercerita tentang kehidupan di Jerman.  Sekarang setelah saya di Jerman, akhirnya kejenuhan itu membuahkan hasil dari tentang semua yang telah diajarkan oleh Ko Gun dan Ci Er.  Mungkin untuk tahap awal kita akan mengalami kesulitan dalam hal berbicara dan mendengar karena bagaimana pun juga lingkungan kita masih tetap di Indonesia. Tetapi ketika kita sudah di Jerman, seiring berjalannya waktu dan dengan modal gramatik yang benar, yang sudah diajarkan oleh Ko Gun dan Ci Er, meskipun kita harus ngomong dengan perlahan, nga perlu kita merasa khawatir.  Karna saat berbicara dengan orang Jerman, mereka sangat bangga dengan kita yang berbicara dengan gramatik yang baik meskipun perlahan saat berbicara.

Yang nga kalah penting untuk GEMA, vielen vielen Dank atas semua bantuan yang sudah diberikan mulai dari saat kursus, pengurusan dokumen, saat keberangkatan, dalam hal asuransi, tempat tinggal, contact person di Jerman, sampai setelah tiba di Jerman, entah apapun itu, GEMA selalu siap membantu… salut… dan luar biasa atas support dari GEMA… ^-^…

Liebe Grüße

Vivi

 

Michael Reno ( Alumni Sinarmas World Academy Thn 2016)

Mungkin banyak murid Indonesia di Jerman yang masih jarang dengar nama GEMA, tapi saat mereka tau kalau lebih dari 19 anak GEMA lulus di ANP pertama, semua langsung kaget dan ingin tahu lebih banyak lagi. Mungkin 19 orang terdengar sedikit, tapi untuk batch saya, itu berarti ada hampir dari setengah kelas yang langsung dapat tempat di Jerman pada tes pertama. Sampai saat ini saya belum pernah dengar ada batch yang bisa baru belajar kurang lebih 5 bulan dan langsung setengah yang lulus. Selama di Jerman pun, hal-hal yang diajarkan di GEMA selalu berguna. Ini karena kami tidak hanya belajar bahasa, tapi juga bagaimana cara orang hidup di Jerman. Kami diajarkan dan dibantu dalam berbagai hal tentang Jerman di GEMA. Tentu karena hal ini saya tidak ragu-ragu merekomendasikan GEMA ke murid-murid yang ingin melanjutkan sekolahnya ke Jerman.
Vielen Dank Herr Guntur & Frau Erlina :)

 

Vincent Pandiman (Alumni SMAK 3 Penabur Thn 2016)

Nama saya Vincent lulusan SMAK 3 Penabur, sekarang lagi belajar di studkol Frankfurt. Saya sangat senang memiliki kesempatan untuk belajar bahasa Jerman di GEMA Sprachenzentrum, karena sebelumnya tidak tau harus les dimana dan bingung cari tempat les yang bagus dimana. Punya kesempatan les disini bisa dibilang kebetulan, karena tidak ada rekomendasi dari siapapun dan kebetulan iseng cari di google "kursus bahasa jerman". Saya sangat merekomendasi untuk belajar bahasa jerman disini, karena gurunya(Ko Guntur sebagai der beste Lehrer & Ci Erlina sebagai die beste Lehrerin) sangat jelas dalam mengajari dan tidak mau ada muridnya yang tidak mengerti, sampe ada kelas tambahan buat yang belom mengerti materi pelajaran. Dan kita pun susah seperti sebuah keluarga, jadi saling support kalo lg stress belajar bahasa jerman. Di sini kita jg belajar sampe bahan-bahan studkol, jadi ga kesulitan lg pas di studkol. Suasana belajar di GEMA juga efektif dan fun. Yang ga kalah penting, di GEMA juga dibantu buat daftar studkol dan segala hal buat kepentingan ke jerman. Kalo mau ke jerman, gausah ragu sedikitpun untuk les di sini! Kalo ragu-ragu bisa ga kebagian tempat karna banyak yang mau les disini! Hehe. Viel Erfolg und auf Wiedersehen in Deutschland! Gruß, Vincent

 

Copyright © 2013. GEMA Sprachenzentrum Rights Reserved.


Facebook twitter skype youtube